Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA ilmuwan menemukan struktur mikroskopis dalam batuan kuno di Wilayah Barat Laut Kanada yang diduga merupakan jejak kehidupan hewan tertua di Bumi. Temuan ini diperkirakan berasal dari sekitar 890 juta tahun lalu, jauh lebih tua dari bukti fosil hewan yang selama ini telah dikonfirmasi.
Penelitian tersebut dipimpin oleh Elizabeth Turner, ahli geologi yang telah lama meneliti kawasan pegunungan terpencil di wilayah tersebut. Batuan yang dianalisis diyakini terbentuk di lingkungan laut purba, kondisi yang memungkinkan struktur halus tetap terawetkan hingga saat ini.
Melalui analisis irisan tipis batuan, para peneliti menemukan jaringan filamen organik yang kompleks. Struktur ini memiliki kemiripan kuat dengan kerangka internal spons modern organisme sederhana yang termasuk dalam kelompok hewan paling awal.
Penelitian yang dipublikasikan di Nature (jurnal ilmiah) juga mendapat dukungan dari Joachim Reitner dari Universitas Göttingen. Ia menyebut pola filamen tersebut sangat khas spons dan jarang ditemukan pada organisme lain, meski tidak terlibat langsung dalam studi tersebut.
Lokasi penemuan yang sangat terpencil hanya dapat diakses dengan helikopter menjadi salah satu alasan mengapa bukti serupa belum pernah ditemukan sebelumnya.
Jika interpretasi ini terbukti benar, fosil tersebut akan berusia sekitar 350 juta tahun lebih tua dibandingkan fosil spons tertua yang selama ini diakui, yang berasal dari periode Kambrium sekitar 540 juta tahun lalu.
Temuan ini juga sejalan dengan studi “jam molekuler” yang memperkirakan kemunculan spons bisa terjadi hingga 1 miliar tahun lalu, meskipun selama ini belum ada bukti fosil yang mendukung perkiraan tersebut.
Menurut Paco Cardenas dari Universitas Uppsala, penemuan ini berpotensi mengubah pemahaman tentang evolusi awal hewan, meski masih membutuhkan verifikasi lebih lanjut.
“Yang paling menarik adalah waktunya. Jika benar, ini akan sangat memperluas pemahaman kita tentang evolusi hewan purba,” ujarnya.
Penelitian ini juga menunjukkan kemungkinan bahwa organisme tersebut hidup pada masa ketika kadar oksigen di Bumi jauh lebih rendah dibandingkan saat ini. Temuan ini menantang asumsi lama bahwa kehidupan hewan memerlukan kadar oksigen tinggi untuk berkembang.
Sejumlah spons modern diketahui mampu bertahan dalam kondisi oksigen rendah, sehingga memperkuat dugaan bahwa hewan purba memiliki kemampuan adaptasi yang lebih besar dari yang diperkirakan.
Turner menambahkan bahwa hewan pada masa itu kemungkinan belum memiliki kerangka keras, sehingga sulit meninggalkan jejak fosil yang jelas. Struktur yang ditemukan ini bisa menjadi bagian dari “bab hilang” dalam sejarah kehidupan, ketika organisme masih sangat sederhana dan hanya meninggalkan jejak samar di batuan. (H-2)
Studi terbaru mengungkap Rare Earth Elements (REE) berasal dari zona subduksi purba, bukan inti Bumi. Temuan ini mengubah peta eksplorasi mineral global.
Ilmuwan menemukan air tertua di Bumi berusia sekitar 2,6 miliar tahun di tambang Kanada. Air purba ini tersimpan hampir 3 km di bawah permukaan tanah.
Selain memengaruhi medan magnet, struktur panas bawah tanah ini mungkin berdampak pada tata letak benua-benua di planet in
Ilmuwan gunakan zircon dan kripton untuk mengungkap sejarah lanskap kuno Australia. Temukan bagaimana "jam kosmik" ini melacak evolusi bumi jutaan tahun lalu.
Jepang telah menjadikan geosains sebagai basis pengambilan keputusan tertinggi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved