UTBK SNBT Hari Pertama, Rektor Unhas Peringatkan Sindikat Joki Blacklist Seumur Hidup

Lina Herlina
21/4/2026 16:05
UTBK SNBT Hari Pertama, Rektor Unhas Peringatkan Sindikat Joki Blacklist Seumur Hidup
Ilustrasi(MI/LINA HERLINA)

HARI pertama pelaksanaan Ujian Tulis berbasis Komputer Seleksi Nasional  Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026 di Universitas Hasanuddin (Unhas) Rektor Prof. Jamaluddin Jompa menyampaikan peringatan keras. 

Di ikuti 18.971 peserta yang tersebar di 15 lokasi ujian di Unhas, Rektor yang akrab disapa Prof JJ itu menyatakan Unhas akan bertindak tanpa ampun terhadap segala bentuk kecurangan, termasuk membekukan mahasiswa yang terbukti curang meski sudah kuliah.

Sementara itu, Ketua Pusat UTBK Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, melaporkan bahwa peminat yang memilih Unhas tahun ini mencapai 33.600 orang, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang sebesar 31.000. 

Pelaksanaan UTBK 2026 berlangsung secara nasional hingga 30 April, dengan 16 sesi di dua kampus utama 12 lokasi di Tamalanrea dan 3 lokasi di Gowa.

Namun, di balik antusiasme tersebut, Rektor Unhas Prof. JJ mengingatkan adanya modus sindikat yang terus berupaya membobol sistem. "Frustrasi saya, semampu apapun kita, niat jahat itu selalu ada. Tapi saya peringatkan, anda semua akan menghadapi kekuatan besar. Kami tidak main-main," tegasnya, Selasa (21/4).

Rektor mengungkapkan tahun lalu Unhas dinilai paling kejam dalam menindak kecurangan. Para pelaku dipenjarakan. Tahun ini, sanksi dipertegas, blacklist seumur hidup. 

"Kalau pun lolos di pintu satu, masih ada pintu berikutnya. Bahkan jika sudah lolos semester satu, lalu ketahuan di semester dua, kami tetap akan mengeluarkan. Tidak ada ampun, siapapun Anda, anak siapapun," ujarnya.

Prof. Ruslin memaparkan sejumlah mitigasi teknis yang dilakukan, di antaranya lokasi ujian baru diinformasikan setelah H-3 untuk mencegah pengaturan tempat oleh sindikat joki.

"Setiap ruangan disediakan flash disk khusus untuk menginstal aplikasi ujian, mencegah mirroring seperti tahun lalu. CCTV diarahkan ke peserta (membelakangi monitor) dan jammer telah diuji di semua lokasi," sebut Prof Ruslin.

Termasuk verifikasi identitas dilakukan tiga kali oleh pengawas, dengan penutupan perubahan data identitas pada H-8 sebelum ujian. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya