Unhas Tegaskan tidak Naikkan UKT 2026, 37% Mahasiswa Baru dari Keluarga tidak Mampu

Lina Herlina
21/4/2026 16:50
Unhas Tegaskan tidak Naikkan UKT 2026, 37% Mahasiswa Baru dari Keluarga tidak Mampu
Ilustrasi(MI/LINA HERLINA)

UNIVERSITAS Hasanuddin (Unhas) memberikan kabar gembira bagi para calon mahasiswa baru yang masih mengikuti Ujian Tulis berbasis Komputer Seleksi Nasional  Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) 2026, atau yang sudah lolos lewat SNBP, dengan memastikan uang kuliah tunggal (UKT) tahun ini sama sekali tidak naik.

Rektor Unhas Prof. Jamaluddin Jompa menyatakan komitmennya bahwa tidak boleh ada mahasiswa Unhas berhenti kuliah hanya karena persoalan ekonomi, dengan realitas saat ini 37% mahasiswa baru jalur SNBP berasal dari penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Ketua Pusat UTBK Unhas yang juga Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Muhammad Ruslin menjawab pertanyaan krusial. "Sama sekali tidak naik UKT tahun ini di 2026. Masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya," serunya, Selasa (21/4).

Pernyataan itu diperkuat Rektor Prof. Jamaluddin Jompa (JJ) yang mengakui bahwa Biaya Kuliah Tunggal (UKT) adalah persoalan sensitif. "Kami merespon kondisi sosial ekonomi masyarakat yang saat ini masih *struggling*. Kami tidak akan menaikkan UKT, walaupun BKT (Biaya Kuliah Standar) harus kami kompensasi dari sumber lain," jelasnya.

Rektor memaparkan bahwa bantuan pemerintah dari tahun ke tahun semakin menurun, sehingga Unhas berupaya mencari kompensasi melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pendapatan institusi. 

Salah satu terobosan adalah membuka peluang bagi masyarakat berpenghasilan lebih untuk menyumbang melalui dana abadi, yang kemudian disalurkan sebagai beasiswa.

Data yang disampaikan Prof. Ruslin menunjukkan komitmen nyata Unhas terhadap keadilan sosial. "Dari 3.600 peserta SNBP yang diumumkan diterima tahun 2026, sebanyak 1.300 orang (37%) adalah penerima KIP Kuliah. "Sepertinya paling besar se-Indonesia," ujarnya.

Untuk kuota jalur UTBK (SNBT) saat ini tercatat 5.689, namun akan bertambah setelah penutupan registrasi ulang SNBP per 30 April, karena kursi yang tidak diambil akan dialihkan ke jalur UTBK.

Rektor Prof. JJ menegaskan bahwa saat ini hampir 33% mahasiswa Unhas menerima beasiswa, jauh di atas standar nasional. "Saya selalu menekankan, tidak boleh terjadi di Unhas ada mahasiswa yang berhenti kuliah hanya karena persoalan ekonomi. Insyaallah kita akan carikan solusinya," katanya.

Ia juga menambahkan bahwa partial scholarship terbuka bagi siapa pun, termasuk insan pers, yang ingin kuliah di Unhas. "Kita semua mengedukasi masyarakat melalui kajian di Unhas," tutupnya. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya