Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis) sering kali menjadi sorotan karena sifatnya yang invasif dan kemampuannya merusak ekosistem sungai. Namun, ancaman terhadap keanekaragaman hayati dan keselamatan manusia di perairan Indonesia tidak hanya datang dari spesies tersebut. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan daftar panjang spesies asing invasif yang dilarang masuk ke Indonesia.
Kategori "berbahaya" tidak hanya merujuk pada ikan yang memiliki racun atau gigi tajam, tetapi juga pada spesies yang mampu mendominasi ekosistem, memangsa ikan lokal secara berlebihan, hingga membawa patogen yang merusak rantai makanan asli Indonesia.
Meski populer dalam film, piranha adalah ancaman nyata bagi ekosistem air tawar. Ikan ini dilarang keras di Indonesia karena sifat karnivoranya yang agresif. Jika terlepas ke sungai lokal, piranha dapat menghabiskan populasi ikan asli dalam waktu singkat.
Memiliki moncong menyerupai aligator dan gigi yang sangat tajam, ikan ini bisa tumbuh hingga ukuran raksasa. Aligator gar adalah predator puncak yang tidak memiliki pemangsa alami di Indonesia, sehingga keberadaannya sangat merusak populasi ikan lokal.
Berasal dari Sungai Amazon, ikan ini sempat viral karena ditemukan di aliran sungai di Jawa Timur. Arapaima dapat tumbuh hingga 3 meter dan mengonsumsi ikan-ikan kecil dalam jumlah besar setiap harinya, yang secara otomatis memutus siklus hidup ikan lokal.
Varian piranha ini sangat berbahaya karena kecenderungannya berburu dalam kelompok. Keberadaannya di perairan umum Indonesia dilarang berdasarkan regulasi ketat untuk menjaga keamanan masyarakat yang beraktivitas di sungai.
Berbeda dengan jenis invasif, ikan buntal berbahaya karena kandungan racun tetrodotoxin yang sangat mematikan. Ikan ini banyak ditemukan di perairan laut dan payau Indonesia. Kesalahan dalam pengolahan ikan ini untuk konsumsi dapat berakibat fatal.
Banyak kasus ikan berbahaya ditemukan di sungai Indonesia akibat pemilik hobi yang sengaja melepas peliharaannya karena sudah terlalu besar. Hal ini memicu:
Menjaga ekosistem perairan Indonesia adalah tanggung jawab bersama. Selain ikan sapu-sapu, kewaspadaan terhadap ikan predator seperti aligator gar dan piranha harus ditingkatkan. Jangan pernah melepasliarkan ikan hias asing ke perairan umum tanpa konsultasi dengan pihak berwenang. (H-4)
Kenali daftar spesies ikan berbahaya dan invasif di Indonesia yang dilarang masuk ke perairan nasional menurut regulasi KKP.
Pemkot Jaksel memburu 5 ton ikan sapu-sapu di Setu Babakan setelah 300 kilogram terjaring dalam sejam. Operasi dilakukan demi menekan ancaman ekosistem.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved