5 Ikan yang Mengancam Ekosistem Lokal selain Sapu-Sapu

 Gana Buana
20/4/2026 20:24
5 Ikan yang Mengancam Ekosistem Lokal selain Sapu-Sapu
Ikan yang Mengancam Ekosistem Lokal(Dok. Whats News)

KEBERADAAN spesies ikan asing yang bersifat invasif dan berbahaya kian menjadi perhatian serius bagi kelestarian ekosistem perairan di Indonesia. Selain ikan sapu-sapu yang sudah lama dikenal sebagai hama di sungai-sungai perkotaan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan daftar panjang ikan yang dilarang masuk ke wilayah Indonesia karena potensi ancamannya.

Berdasarkan regulasi yang berlaku, seperti Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 19 Tahun 2020, terdapat ratusan spesies ikan yang dikategorikan berbahaya atau invasif. Ikan-ikan ini dilarang karena dapat merusak habitat asli, memangsa ikan lokal, hingga membawa penyakit yang membahayakan biodiversitas nusantara.

Daftar Ikan Berbahaya dan Invasif

Berikut adalah beberapa spesies ikan yang dilarang dan dianggap berbahaya bagi ekosistem perairan di Indonesia:

  • Ikan Piranha (Serrasalmus spp.): Dikenal sangat agresif dan bersifat karnivora. Jika terlepas ke perairan umum, piranha dapat memusnahkan populasi ikan lokal dengan cepat.
  • Ikan Alligator Gar (Atractosteus spatula): Memiliki moncong panjang menyerupai aligator dan gigi tajam. Ikan ini merupakan predator puncak yang bisa tumbuh hingga ukuran raksasa dan menghabiskan stok ikan di danau atau sungai.
  • Ikan Arapaima (Arapaima gigas): Berasal dari Sungai Amazon, ikan ini dilarang karena ukuran tubuhnya yang sangat besar (bisa mencapai 3 meter) dan sifatnya yang sangat rakus terhadap ikan-ikan kecil.
  • Ikan Red-Bellied Piranha: Salah satu jenis piranha yang paling berbahaya karena pola serangannya yang berkelompok.
  • Ikan Tiger Fish: Predator air tawar yang memiliki kemampuan berburu sangat efisien dan dapat mendominasi rantai makanan di habitat baru.

Catatan Penting: Masyarakat dilarang keras melepasliarkan ikan-ikan invasif tersebut ke sungai, danau, atau waduk. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan Undang-Undang Perikanan yang berlaku di Indonesia.

Dampak Terhadap Ekosistem

Masuknya spesies asing ini sering kali disebabkan oleh hobi akuarium yang tidak bertanggung jawab. Ketika pemilik merasa tidak sanggup lagi memelihara karena ukuran ikan yang membesar, mereka cenderung membuangnya ke perairan umum.

"Pelepasan ikan invasif dapat menyebabkan kepunahan ikan endemik Indonesia karena kalah bersaing dalam memperebutkan makanan maupun ruang hidup," tulis keterangan resmi otoritas perikanan dalam berbagai sosialisasi keamanan hayati.

Hingga saat ini, data mengenai sebaran spesies invasif terus divalidasi oleh pihak terkait guna memetakan tingkat kerusakan ekosistem yang telah terjadi di berbagai wilayah Indonesia. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya