Hari Kartini 2026 Tanggal Berapa? Berikut Sejarahnya

Reynaldi Andrian Pamungkas
19/4/2026 19:25
Hari Kartini 2026 Tanggal Berapa? Berikut Sejarahnya
Raden Ajeng Kartini(Doc Wiki)

SETIAP bulan April, masyarakat Indonesia bersiap memperingati salah satu momen paling bersejarah dalam perjalanan bangsa, yakni Hari Kartini. Peringatan ini bukan sekadar seremoni mengenakan pakaian adat, melainkan refleksi atas perjuangan kesetaraan gender dan hak pendidikan bagi kaum perempuan yang dipelopori oleh Raden Ajeng Kartini.

Hari Kartini 2026 Tanggal Berapa?

Berdasarkan kalender masehi, Hari Kartini 2026 jatuh pada hari Selasa, 21 April 2026. Tanggal ini merujuk pada hari kelahiran R.A. Kartini pada tahun 1879 di Jepara. Meskipun diperingati secara nasional di seluruh pelosok negeri, penting untuk dicatat bahwa Hari Kartini tidak termasuk dalam daftar hari libur nasional atau tanggal merah, kecuali jika bertepatan dengan hari Minggu atau hari libur keagamaan lainnya.

Sejarah Raden Ajeng Kartini

Raden Ajeng Kartini lahir dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya, R.M.A.A. Sosroningrat, adalah seorang Bupati Jepara. Beruntung, Kartini mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan di ELS (Europese Lagere School) hingga usia 12 tahun. Di sinilah ia belajar bahasa Belanda, yang kemudian menjadi "senjata" utamanya dalam menyerap pemikiran kemajuan dari Eropa.

Namun, tradisi pingitan sempat membatasi ruang geraknya. Dalam masa pingitan tersebut, Kartini tidak berhenti belajar. Ia aktif berkorespondensi dengan teman-temannya di Belanda, salah satunya Rosa Abendanon. Surat-surat tersebut berisi curahan hati dan pemikiran kritis Kartini mengenai kondisi perempuan pribumi yang terkekang tradisi, tidak berpendidikan, dan tidak memiliki kebebasan menentukan masa depan.

Penetapan Hari Kartini sebagai Hari Besar Nasional

Penghormatan negara terhadap jasa Kartini dikukuhkan secara resmi oleh Presiden pertama RI, Soekarno. Melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964 yang ditandatangani pada 2 Mei 1964, Kartini ditetapkan sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Bersamaan dengan itu, tanggal 21 April ditetapkan sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa-jasanya dalam memperjuangkan emansipasi wanita. Soekarno memandang pemikiran Kartini sebagai fondasi penting dalam pembangunan karakter bangsa yang inklusif.

Makna "Habis Gelap Terbitlah Terang"

Setelah Kartini wafat pada usia yang sangat muda (25 tahun), Mr. J.H. Abendanon mengumpulkan surat-surat yang pernah dikirimkan Kartini kepada teman-temannya di Eropa. Kumpulan surat tersebut diterbitkan dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht pada tahun 1911, yang kemudian diterjemahkan oleh sastrawan Armijn Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Buku ini menjadi bukti otentik bahwa kecerdasan dan visi seorang perempuan mampu menembus tembok tebal kolonialisme dan patriarki. Kartini memimpikan perempuan Indonesia yang cerdas, karena ia percaya bahwa perempuan adalah pendidik pertama bagi anak-anaknya yang akan menjadi generasi penerus bangsa.

Relevansi Hari Kartini di Era Modern

Di tahun 2026, tantangan perempuan tentu berbeda dengan zaman Kartini. Namun, esensi perjuangannya tetap relevan. Saat ini, emansipasi diwujudkan melalui peran aktif perempuan di berbagai sektor, mulai dari teknologi, politik, ekonomi, hingga sains. Hari Kartini menjadi pengingat bahwa akses pendidikan dan kesempatan yang setara adalah hak dasar yang harus terus dijaga. (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya