Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGAPAN bahwa tinggi badan anak sepenuhnya bergantung pada faktor genetik atau keturunan orangtua ternyata tidak sepenuhnya tepat. Pakar kesehatan anak menekankan bahwa pola hidup dan asupan nutrisi memegang peranan krusial dalam menentukan tinggi badan optimal seorang anak.
Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, menjelaskan bahwa meskipun faktor keturunan ada, lingkungan dan kebiasaan sehari-hari dapat mengubah proyeksi pertumbuhan tersebut.
“Bukan berarti kalau bapak ibunya pendek, anaknya akan pendek. Banyak faktor lain seperti makanan, kesehatan, vaksinasi, dan lingkungan,” ujar Jose dalam sebuah webinar, dikutip Sabtu (18/4).
Jose menekankan bahwa nutrisi adalah fondasi utama. Anak membutuhkan kalori yang cukup, terutama protein hewani, kalsium, dan vitamin D untuk mendukung pembentukan tulang. Namun, ia memberikan peringatan keras mengenai komposisi makanan.
Menurutnya, banyak orangtua yang terjebak hanya mengejar berat badan anak dengan memberikan karbohidrat berlebih. Hal ini justru berisiko memicu obesitas tanpa menambah tinggi badan secara signifikan.
“Kalau kalorinya kebanyakan dari karbohidrat, anak bisa gemuk tapi tidak bertambah tinggi,” tegasnya. Ia menyarankan penggunaan susu sebagai sumber utama kalsium dan memastikan kecukupan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.
Selain faktor makanan, kualitas istirahat menjadi kunci pertumbuhan tulang. Jose menjelaskan bahwa hormon pertumbuhan (growth hormone) diproduksi secara maksimal saat anak berada dalam fase tidur nyenyak atau deep sleep.
“Anak butuh tidur minimal delapan jam. Saat deep sleep, hormon pertumbuhan keluar maksimal,” katanya. Selain tidur, aktivitas fisik rutin seperti berenang, berlari, atau permainan aktif lainnya sangat dianjurkan untuk merangsang produksi hormon tersebut.
| Faktor | Kebutuhan Utama | Manfaat |
|---|---|---|
| Nutrisi | Protein hewani, Kalsium, Vitamin D | Pembentukan tulang dan struktur tubuh. |
| Istirahat | Tidur minimal 8 jam (Deep Sleep) | Produksi hormon pertumbuhan maksimal. |
| Aktivitas | Berenang, lari, permainan aktif | Merangsang pelepasan hormon pertumbuhan. |
| Kesehatan | Vaksinasi dan lingkungan sehat | Mencegah penyakit yang menghambat tumbuh kembang. |
Sebagai langkah preventif, IDAI mendorong orang tua untuk tidak hanya terpaku pada timbangan berat badan, tetapi juga memperhatikan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan tinggi badan secara berkala. Penggunaan kurva pertumbuhan menjadi alat paling akurat untuk memantau apakah anak tumbuh sesuai jalurnya.
“Anak bisa tumbuh normal, memiliki keseimbangan emosional, hormon, dan genetik. Orang tua berperan untuk itu. Alat yang akurat untuk melihat pertumbuhan ini adalah kurva pertumbuhan tentunya,” pungkas Jose. (Ant/Z-1)
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Genetik dapat memengaruhi bentuk wajah, rambut, sampai bentuk dan warna mata, namun jika berbicara terkait dengan tinggi badan.
Sebuah studi baru mengungkap pria telah mengalami peningkatan ukuran tubuh lebih cepat dibandingkan perempuan selama abad terakhir.
SELAIN mengonsumsi makanan yang kaya kalsium, protein, dan vitamin D untuk mendukung pertumbuhan tulang, olahraga yang rutin juga bisa membantu menambah tinggi badan.
Bila berdasarkan gender, anak laki-laki dapat tumbuh tinggi sampai usia 20 tahun, sedangkan anak perempuan sampai dengan 18 tahun.
Tinggi badan anak dipengaruhi banyak faktor selain genetik, seperti gizi, tidur cukup, dan olahraga. Pelajari cara mendukung pertumbuhannya dengan tepat!
Banyak yang salah kaprah! Dokter spesialis anak jelaskan perbedaan stunting dan stunted (pendek). Kenali penyebab gizi kronis vs faktor genetik di sini.
Benarkah latihan beban membuat anak pendek? Dokter spesialis kesehatan olahraga mengungkap fakta medis, manfaat, dan usia tepat memulainya. Cek di sini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved