Faktor Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Menurut Pakar IDAI

Basuki Eka Purnama
18/4/2026 12:42
Faktor Pertumbuhan Tinggi Badan Anak Menurut Pakar IDAI
Ilustrasi(Freepik)

ANGGAPAN bahwa tinggi badan anak sepenuhnya bergantung pada faktor genetik atau keturunan orangtua ternyata tidak sepenuhnya tepat. Pakar kesehatan anak menekankan bahwa pola hidup dan asupan nutrisi memegang peranan krusial dalam menentukan tinggi badan optimal seorang anak.

Dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. dr. Jose R.L. Batubara, Sp.A, Subsp.Endo(K), Ph.D, menjelaskan bahwa meskipun faktor keturunan ada, lingkungan dan kebiasaan sehari-hari dapat mengubah proyeksi pertumbuhan tersebut.

“Bukan berarti kalau bapak ibunya pendek, anaknya akan pendek. Banyak faktor lain seperti makanan, kesehatan, vaksinasi, dan lingkungan,” ujar Jose dalam sebuah webinar, dikutip Sabtu (18/4).

Fondasi Nutrisi dan Bahaya Karbohidrat Berlebih

Jose menekankan bahwa nutrisi adalah fondasi utama. Anak membutuhkan kalori yang cukup, terutama protein hewani, kalsium, dan vitamin D untuk mendukung pembentukan tulang. Namun, ia memberikan peringatan keras mengenai komposisi makanan.

Menurutnya, banyak orangtua yang terjebak hanya mengejar berat badan anak dengan memberikan karbohidrat berlebih. Hal ini justru berisiko memicu obesitas tanpa menambah tinggi badan secara signifikan.

“Kalau kalorinya kebanyakan dari karbohidrat, anak bisa gemuk tapi tidak bertambah tinggi,” tegasnya. Ia menyarankan penggunaan susu sebagai sumber utama kalsium dan memastikan kecukupan vitamin D untuk membantu penyerapan kalsium dalam tubuh.

Pentingnya Tidur Nyenyak dan Aktivitas Fisik

Selain faktor makanan, kualitas istirahat menjadi kunci pertumbuhan tulang. Jose menjelaskan bahwa hormon pertumbuhan (growth hormone) diproduksi secara maksimal saat anak berada dalam fase tidur nyenyak atau deep sleep.

“Anak butuh tidur minimal delapan jam. Saat deep sleep, hormon pertumbuhan keluar maksimal,” katanya. Selain tidur, aktivitas fisik rutin seperti berenang, berlari, atau permainan aktif lainnya sangat dianjurkan untuk merangsang produksi hormon tersebut.

Tabel: Faktor Pendukung Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Faktor Kebutuhan Utama Manfaat
Nutrisi Protein hewani, Kalsium, Vitamin D Pembentukan tulang dan struktur tubuh.
Istirahat Tidur minimal 8 jam (Deep Sleep) Produksi hormon pertumbuhan maksimal.
Aktivitas Berenang, lari, permainan aktif Merangsang pelepasan hormon pertumbuhan.
Kesehatan Vaksinasi dan lingkungan sehat Mencegah penyakit yang menghambat tumbuh kembang.

Pantau Melalui Kurva Pertumbuhan

Sebagai langkah preventif, IDAI mendorong orang tua untuk tidak hanya terpaku pada timbangan berat badan, tetapi juga memperhatikan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan tinggi badan secara berkala. Penggunaan kurva pertumbuhan menjadi alat paling akurat untuk memantau apakah anak tumbuh sesuai jalurnya.

“Anak bisa tumbuh normal, memiliki keseimbangan emosional, hormon, dan genetik. Orang tua berperan untuk itu. Alat yang akurat untuk melihat pertumbuhan ini adalah kurva pertumbuhan tentunya,” pungkas Jose. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya