Tokoh Perempuan Yenny Wahid Minta Kowani Bersatu, KLB Ditempuh Langkah Terakhir

Syarief Oebaidillah
17/4/2026 15:26
Tokoh Perempuan Yenny Wahid Minta Kowani Bersatu, KLB Ditempuh Langkah Terakhir
Ilustrasi(Dok Istimewa)

KONGRES Wanita Indonesia (KOWANI), organisasi perempuan tertua dan simbol perjuangan emansipasi di Indonesia tengah mengalami konflik internal. Kondisi ini memantik keprihatinan sejumlah tokoh perempuan Indonesia yang berharap dapat bersatu kembali. Kendati telah dilakukan mediasi oleh pemerintah melalui Kementerian PPPA namun ditengarai masih belum menemui titik temu.

Terkait itu,tokoh perempuan dan aktivis Yenny Wahid dan mantan Ketua Umum Kowani dua periode Giwo Rubianto menghimbau Kowani bersatu.Namun begitu kedua tokoh ini memahami jika langkah terakhir yang mesti ditempuh melalui Kongres Luar Biasa ( KLB) yang sesuai dengan amanat dan regulasi AD/ ART Kowani.

Dalam keterangannya di acara Halabihalal DPP Kowani, di Jakarta,Kamis (16/4) Yenny Wahid mengaku mendapat pesan dari ibundanya Shinta Nuriyah Wahid agar turut membantu berkontrlibusi menyelesaikan konflik internal Kowani. Selain itu, ia pun Ketua umum salah satu organisasi anggota Kowani ,WPPKBI atau Wanita Pelopor Penerus Kemerdekaan Bangsa Indonesia. 

"Tentu kita menginginkan Kowani kembali satu. Kowani kembali kompak. Kowani tidak ada perpecahan.Kita menginginkan Kowani bisa menjadi mesin dan kapal yang kuat melaju untuk memperjuangkan kepentingan seluruh masyarakat Indonesia Terutama kaum perempuan di Indonesia," papar putri mantan Presiden Gusdur ini.

Ia mengaku perihatin atas proses mediasi yang dilakukan pemerintah masih mengalami jalan buntu. "Jadi harus tetap ada solusi sehingga persoalan ini tidak berlarut-larut karena memang memakan banyak energi kita semua ya," cetusnya.

Yenny mengingatkan  jika  mediasi oleh pemerintah tetap gagal. Upaya dialog tetap tidak berujung pada titik temu maka harus kembali kepada AD ART.Bahwa  persoalan konflik dalam  organisasi sudah diatur. Yaitu penyelesaian masalahnya harus dikembalikan kepada seluruh anggota.

Adapun mekanisme organisasi,lanjut Yenny, adalah melalui Kongres.  Kongres adalah pengambil keputusan tertinggi dalam sebuah organisasi. Otomatis kembalikan saja kepada anggota melalui forum Kongres atau KLB.
"Karena Kongres itu artinya mengembalikan kedaulatan,  mengembalikan proses pengambilan keputusan kepada organisasi anggota," tandasnya.

Yenny menyinggung terkait keberadaan Dewan Pengurus ( DP) Kowani 19 yang terdiri 19 orang yang dipecat Ketua Umum Kowani telah mendapatkan legalitas keberadaannya oleh Kementerian Hukum.

"Kita mendengar kabar bahwa  Dewan Pimpinan 19  orang  telah dipecat Ketua Umum Kowani ternyata oleh pemerintah diakui keabsahannya. Sehingga mereka juga berhak untuk menyelenggarakan acara-acara Kowani.  Berhak memakai logo Kowani, berhak memakai seragam Kowani.  Juga gedung Kowani yang sekarang. Jadi artinya tidak bisa lagi disebut bahwa  acara-acara yang digagas oleh Dewan Pimpinan 19  itu acara ilegal.  Karena di mata pemerintah acaranya sah dan legal," tegasnya seraya mengingatkan jika KLB yang akan digelar tidak ditujukan utamanya mengganti Ketua Umum Kowani namun pembenahan organisasi.

Akan tetapi hemat Yenny semua dikembalikan kepada aspirasi anggota Kowani di KLB. "Apabila KLB menyepakati mempertahankan atau tidak mempertahankan posisi Ketua Umum diserahkan pada floor atau anggota secara demokratis," tukasnya.

Ibu Bangsa

Senada dengan Yenny Wahid, Giwo Rubianto menyatakan sebagai pegiat Kowani selama 20 tahun termasuk dipercaya menjadi Ketua Umum Kowani selama 10 tahun mengutarakan keperihatinannya atas konflik internal yang terjadi.

"Saya kecewa dan sedih selama memimpin optimal sebagai pengurus hingga ketua umum meletakan fondasi yang baik untuk Kowani dan kemajuan perempuan Indonesia lantas terjadi konflik dan perpecahan. Saya ingin Kowani sebagai organisasi perempuan terbesar Indonesia dan diakui dunia internasional kembali bersatu," papar Giwo.

Hemat dia pegiat perempuan Indonesia di Kowani harus menjadi ibu bangsa seperti yang diwariskan para pendiri atau founding mother Kowani.
"Ya kita sepatutnya menjadi panutan sebagai ibu bangsa  sebagai contoh yang baik. Bukan malah memecat, kemudian membuat kata-kata negatif Jadi harus membuat suasana yang aman, damai, nyaman," cetus Giwo.

Menyinggung usulan adanya KLB Kowani, Giwo berpandangan mekanisme KLB dapat ditempuh sebagai  salah satu cara penyelesaian masalah.  "Kan bisa penyelesaian masalah itu ada beberapa indikatornya,  tergantung dari teman teman pengurus DP 19 dan semua anggota Kowani," pungkasnya.

Salah satu DP 19 Kowani menambahkan buntunya titik temu karena Ketua Umum  dalam forum mediasi tidak hadit tanpa penjelasan yang jelas, yang dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap mekanisme dialog resmi yang difasilitasi negara.

“Kami melihat ini bukan sekadar konflik internal, tetapi krisis tata kelola yang serius. Ketika mekanisme organisasi diabaikan dan forum mediasi negara tidak dihormati, maka yang dipertaruhkan adalah kredibilitas KOWANI sebagai representasi gerakan perempuan Indonesia,” ujar perwakilan DP 19 tersebut.

Dikatakannya saat ini, mayoritas organisasi anggota KOWANI telah menyatakan dukungan terhadap penyelenggaraan KLB sebagai langkah strategis dan konstitusional untuk mengembalikan arah organisasi. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya