Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM menjalankan gaya hidup aktif, cedera ringan seperti nyeri otot dan memar sering kali menjadi kendala yang tidak terelakkan. Meski tergolong ringan, penanganan yang salah atau pengabaian terhadap gejala awal dapat menyebabkan peradangan kronis yang mengganggu mobilitas jangka panjang. Berikut adalah panduan komprehensif solusi penanganan cedera ringan berdasarkan rekomendasi medis.
Menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, dr. Zeth Boroh, Sp.KO, cedera ringan umumnya memicu respons inflamasi. Gejala utama yang muncul meliputi nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit akibat pecahnya pembuluh darah kecil (memar). Penanganan harus difokuskan pada dua hal utama: meredakan peradangan dan mempercepat penyerapan pembekuan darah di bawah kulit.
Sebelum menggunakan bantuan farmakologi, langkah pertama yang sangat dianjurkan dalam 24-48 jam pertama setelah cedera adalah metode RICE:
| Langkah | Tindakan | Tujuan |
|---|---|---|
| Rest | Mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera. | Mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut. |
| Ice | Kompres dingin selama 15-20 menit. | Mengurangi nyeri dan mengecilkan pembengkakan. |
| Compression | Membalut area cedera dengan perban elastis. | Membatasi ruang gerak cairan yang memicu bengkak. |
| Elevation | Memposisikan area cedera lebih tinggi dari jantung. | Mendorong aliran cairan keluar dari area cedera. |
Untuk mempercepat proses pemulihan, penggunaan obat luar (topikal) dalam bentuk gel kini lebih disarankan karena daya serapnya yang cepat. Inovasi terbaru seperti Thrombovoren Emulgel menawarkan pendekatan 2-in-1 yang menangani dua masalah sekaligus:
Setelah nyeri akut mereda, pemulihan tidak berakhir begitu saja. dr. Zeth Boroh mengingatkan pentingnya "mendengarkan" sinyal tubuh. Jika nyeri muncul kembali saat beraktivitas, itu adalah tanda bahwa jaringan belum pulih sepenuhnya. Meningkatkan intensitas latihan secara bertahap (progressive overload) adalah kunci agar cedera ringan tidak menjadi cedera berulang yang lebih serius.
Dengan kombinasi penanganan mandiri yang tepat dan dukungan terapi topikal yang efektif, cedera ringan tidak lagi menjadi penghalang besar bagi Anda untuk tetap aktif dan produktif.
MI/HO--Peluncuran produk Thrombovoren Emulgel di Jakarta pada 16 April 2026Sejalan dengan meningkatnya kebutuhan mengatasi risiko cedera ringan seperti nyeri otot dan memar, PT Tunggal Idaman Abdi resmi meluncurkan produk Thrombovoren Emulgel dalam sebuah acara peluncuran di Jakarta pada 16 April 2026.
Thrombovoren Emulgel merupakan gel topikal dengan formulasi 2-in-1 yang dirancang untuk membantu meredakan nyeri sekaligus mempercepat pemulihan memar akibat cedera ringan. Produk ini menggabungkan dua bahan aktif, yaitu diclofenac diethylamine sebagai antiinflamasi dan heparin sodium yang berperan dalam membantu mengurangi pembekuan darah di bawah kulit.
Managing Director PT Tunggal Idaman Abdi, dr. Hendra Gunawan, MBA, mengatakan peluncuran produk ini merupakan respons terhadap perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin aktif.
“Kami melihat adanya pergeseran gaya hidup yang lebih aktif, sehingga dibutuhkan produk yang praktis, efektif, dan mudah digunakan untuk mendukung aktivitas sehari-hari,” ujarnya. (Z-1)
Kenali perbedaan nyeri otot wajar (DOMS) dan cedera. Dokter spesialis ingatkan nyeri lebih dari tiga hari adalah tanda bahaya yang harus diwaspadai.
Kenali ciri sakit pinggang karena ginjal: nyeri di bawah rusuk, tidak hilang saat ubah posisi, hingga perubahan urine. Simak cara penanganannya di sini.
Lebih dari sekadar pertandingan, turnamen ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tubuh memerlukan keseimbangan antara aktivitas fisik dan dukungan nutrisi dari dalam.
Aktivitas fisik yang berlebihan seperti tawaf, sa'i, melempar jumrah, dan berjalan jarak jauh menjadi pemicu utama.
DEMAM berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penyakit DBD umumnya identik dengan musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved