Temui Kardinal dan KWI, Tokoh Lintas Generasi Suarakan Krisis Moral Bangsa

Rahmatul Fajri
16/4/2026 21:16
Temui Kardinal dan KWI, Tokoh Lintas Generasi Suarakan Krisis Moral Bangsa
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DELEGASI lintas generasi, sektor, dan profesi mendatangi pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan keresahan publik terkait praktik bernegara yang dinilai kian menjauh dari nilai moralitas dan konstitusi.

Delegasi diterima langsung oleh Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo dan Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin. Sudirman Said menegaskan bahwa kehadiran mereka adalah upaya mengasah nurani kepada para tokoh yang menjadi sandaran moral bangsa.

“Kami datang menemui para tokoh moral dengan niat untuk terus mengasah nurani. Kami ingin mendengar pandangan dan nasihat yang tidak saja didasari oleh keluasan ilmu, tapi juga napas spiritualitas, yakni kebijaksanaan dan kedalaman suara ilahiah," ujar Sudirman Said, melalui keterangannya, Kamis (16/4/2026).

Dalam audiensi tersebut, sejumlah pakar memaparkan kondisi kritis di berbagai sektor. Pakar hukum tata negara, Feri Amsari, menyoroti adanya tren penguasa yang menerabas konstitusi demi kepentingan kelompok. Ia menilai aturan hukum saat ini sering kali dimodifikasi sesuai kepentingan kekuasaan.

Dari sisi ekonomi, Anton Supit bersama tim Indonesian Business Council (IBC) mengungkapkan adanya empat defisit utama yang menghantui Indonesia, yakni defisit lapangan kerja, investasi, fiskal, hingga defisit kepercayaan (trust deficit). Faktor utama penyebabnya adalah ketidakpastian hukum (certainty) dan berkurangnya kapabilitas penggerak dunia usaha.

Menanggapi paparan tersebut, Kardinal Ignatius Suharyo mengungkapkan kekagumannya atas perjuangan delegasi. Ia mengingatkan bahwa saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tantangan berat berupa dosa struktural, yakni kekuatan jahat yang menyusup ke dalam sistem sosial, politik, dan ekonomi.

"Inspirasi kita adalah iman. Agamanya boleh berbeda-beda, tapi imannya satu. Kita berbicara ini adalah atas dasar moralitas murni untuk Tuhan dan juga untuk Tanah Air," tegas Kardinal Suharyo.

Ketua KWI Mgr. Antonius Subianto Bunjamin mengapresiasi keberanian forum lintas generasi ini dalam menyuarakan kebenaran meski dihadapkan pada berbagai risiko. Ia menyebut kehadiran masyarakat sipil yang kritis merupakan energi tambahan bagi gereja untuk terus bersuara.

"Kehadiran Anda-Anda ini seperti memberi kami multivitamin, yang meneguhkan dan menguatkan kami untuk menjadi komunitas pengharapan. Kami merasa diajak untuk memikirkan dan menyuarakan kebenaran lebih lantang lagi," ungkap Mgr. Antonius.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya