Strategi Distribusi dan Transformasi Hijau pada Kuliah Umum di Kampus Undip

Syarief Oebaidillah
16/4/2026 20:16
Strategi Distribusi dan Transformasi Hijau pada Kuliah Umum di Kampus Undip
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Garudafood melalui anak usahanya di bidang distribusi yakni PT Sinarniaga Sejahtera (SNS)  berkomitmen memperkuat ekosistem distribusi nasional melalui integrasi teknologi digital dan praktik bisnis berkelanjutan.

Pernyataan tersebut disampaikan  Direktur Garudafood dan Managing Director SNS, Ruli Tobing, saat mengisi kuliah umum bertajuk “TRANS7 Mengajar: Creativity and Leadership” di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang.

Bertempat di Undip Conference Hall, acara ini dibuka Rektor Undip Prof. Dr. Suharnomo, didampingi pejabat rektorat lainnya serta dihadiri  ratusan mahasiswa lintas jurusan dan fakultas. Adapun pada sesi kedua kuliah umum, hadir sebagai narasumber dari TRANS7 yakni Antonius Refijanto, VP of HR & GS TRANS7 yang memaparkan pandangan mengenai kepemimpinan dari sudut pandang industri kreatif di Indonesia. 

Dalam keterangan yang diterima hari ini, Ruli menekankan bahwa keberhasilan Garudafood memimpin industri selama lebih dari 35 tahun tidak terlepas dari peran vital jaringan distribusi luas SNS yang mampu menjangkau pelosok Nusantara sebagai competitive advantage yang menjadi kekuatan SNS di industrinya. 

Berpengalaman lebih dari 30 tahun, SNS kini melayani lebih dari 350.000 outlet di seluruh Indonesia di berbagai kanal distribusi, antara lain pasar tradisional (general trade), modern trade, food service, hingga jalur kemitraan. Di sisi bisnis digital, SNS juga turut mengelola penjualan produk Garudafood di sejumlah marketplace, sekaligus mengembangkan platform distribusi digital bernama BarangKulakan.

"Kekuatan SNS bukan hanya soal seberapa luas kami bisa menjangkau, tetapi seberapa dalam kami bisa masuk ke setiap sudut pasar Indonesia. Beroperasi di tengah lanskap kepulauan Indonesia yang mencakup belasan ribu pulau dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, jaringan distribusi luas SNS hadir dari minimarket di pusat kota hingga warung di pelosok desa, memastikan produk Garudafood selalu tersedia di tangan konsumen" ungkap Ruli Tobing.

SNS menyadari bahwa distribusi masa depan tidak lagi sepenuhnya bertumpu pada armada fisik. Untuk menjawab tantangan ini, SNS telah meluncurkan  dua inovasi digital yang mengubah cara outlet memesan produk Garudafood melalui aplikasi Sales Assistant Mobile (SAM), yang membantu tenaga penjual (salesman) dalam mencatat pesanan, mengevaluasi performa toko, dan mengakses program promosi secara real-time. Sementara itu, platform e-commerce BarangKulakan memungkinkan outlet, bahkan end user, untuk berbelanja secara mandiri tanpa harus menunggu kunjungan salesman, dilengkapi fitur pembayaran cashless via QRIS, transfer bank, dan sistem COD.

“Digitalisasi bukan sekadar efisiensi operasional, tapi ini adalah cara SNS memastikan bahwa setiap mitra usaha, dari skala besar hingga warung kecil, mendapatkan akses yang setara terhadap layanan dan produk Garudafood kapan pun mereka membutuhkan,” papar Ruli Tobing.

Tanggung Jawab Lingkungan

Tidak hanya itu, sebagai bagian dari tanggungjawab lingkungan dan upaya menekan jejak karbon, SNS tahun ini resmi memulai program uji coba truk listrik (Electric Vehicle/EV) guna melengkapi armada operasional untuk pengiriman barang dari depo menuju ritel. 

Hasil uji coba armada kendaraan listrik (EV) yang dilakukan SNS menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dibandingkan armada konvensional pada rute yang sama, armada EV mencatat efisiensi yang signifikan dengan penghematan konsumsi BBM hingga 46% dan penurunan emisi karbon hingga 56%.

Capaian ini memperkuat roadmap SNS untuk memperluas program secara bertahap. Evaluasi berkala akan terus dilakukan guna mengoptimalkan dampak positifnya, baik dari sisi lingkungan maupun efisiensi operasional bisnis.

Kolaborasi Garudafood dengan UNDIP pada kuliah umum ini merupakan bagian dari program “Sahabat Inspirasiku Garudafood” yang hadir kembali di tahun 2026. Digagas oleh Garudafood, program ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan industri, sekaligus membekali mahasiswa dengan wawasan profesional dan dinamika kerja nyata. Sepanjang 2025, inisiatif ini telah menyentuh 20 perguruan tinggi melalui 29 sesi kegiatan, dengan total peserta lebih dari 5.400 mahasiswa, menjadi sebuah pencapaian Garudafood yang mencerminkan luasnya jangkauan program ini di lingkungan akademik.

Melalui kuliah umum ini, Garudafood dan SNS menegaskan bahwa pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan harus berjalan seiring dengan pengembangan sumber daya manusia. Dengan mempertemukan dunia industri dan akademik, program “Sahabat Inspirasiku Garudafood” diharapkan tidak hanya menginspirasi generasi muda untuk siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mendorong lahirnya pemimpin masa depan yang mampu menjawab tantangan industri yang terus berubah. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya