Totalitas Pemain “Luka, Makan, Cinta” Jalani Pelatihan untuk Jadi Koki Profesional

Asha Bening Rembulan
15/4/2026 19:31
Totalitas Pemain “Luka, Makan, Cinta” Jalani Pelatihan untuk Jadi Koki Profesional
Ki-Ka: Teddy Soeria Atmadja (Sutradara Luka, Makan Cinta)-Sha Ine Febriyanti (pemeran Sari)-Mawar Eva de Jongh (pemeran Luka)-Deva Mahenra (pemeran Dennis) di acara Konferensi Pers Luka, Makan Cinta, Jakarta Pusat (15/04/2026)(Kredit: Netflix Indonesia)

NETFLIX kembali menghadirkan serial terbaru yang mengangkat tema besar seputar kuliner Nusantara dengan menghadirkan intrik hubungan keluarga, pertemanan, dan pasangan melalui serial Luka, Makan, Cinta yang tayang pada 15 April.

Serial orisinal dari Netflix Indonesia garapan Teddy Soeria Atmadja ini menceritakan perjalanan seorang koki muda ambisius bernama Luka (Mawar Eva de Jongh) yang bertekad untuk menjadi head chef di restoran keluarganya, Umah Rasa.

Namun, ambisi tersebut harus pupus ketika sang ibu (Sha Ine Febriyanti) justru memilih orang lain sebagai chef baru bernama Dennis (Deva Mahenra) di restoran keluarga tersebut.

Kehadiran Dennis kemudian memicu ketegangan dan konflik personal sedangkan baik Luka maupun Dennis harus segera menyelamatkan Umah Rasa yang diambang kehancuran akibat restoran pesaing.

Dalam Konferensi Pers Luka, Makan, Cinta pada hari Rabu (15/04) di kawasan Jakarta Pusat, para pemain dari serial ini mengungkapkan kisah di balik layar yang mengharuskan mereka untuk secara totalitas memainkan peran koki handal.

Jalani Workshop Berbulan-bulan

Melalui serial ini, para pemain ditantang untuk keluar dari zona nyaman dan belajar untuk memasak dengan teknik-teknik tertentu selayaknya koki profesional. Mereka diharuskan untuk mempelajari dari cara memproses suatu masakan hingga menyajikan masakan tersebut kepada para pelanggan.

Pada Konferensi Pers tersebut, Sha Ine Febriyanti yang kerap disapa Ine menceritakan bahwa untuk memainkan peran sebagai head chef, ia harus menjalani workshop yang cukup detail.

“Dari saya sampai karyawan bawahan saya (di serial ini), kami belajar bersama dalam workshop tersebut. Mungkin, kalau di total persiapan dengan reading itu mencapai tiga bulan dan paling intens itu, ya, di dapur,” ujar Ine.

Ia juga menambahkan selama workshop tersebut ia kembali belajar tentang cara yang benar dalam memasak sayur hingga memotong bawang. 

Hal serupa juga dikatakan oleh Mawar Eva de Jongh dan Deva Mahenra. Keduanya mengaku sangat terbantu dengan workshop yang ada, tidak hanya untuk keperluan syuting, tetapi juga di dunia nyata.

“Jujur setelah syuting, aku jadi lebih percaya diri dengan keterampilan memotong, sih. Jadi, memang ada tekniknya dan gak boleh takut sama pisau,” kata Mawar.

Kolaborasi dengan Profesional di Bidang Kuliner

Tidak hanya para pemain, tetapi seluruh tim produksi dari serial ini juga bersama-sama belajar untuk mendalami ilmu tentang kuliner dan berkonsultasi dengan food stylist dan food designer.

“Untuk persiapan makanan kurang lebih selama sebulan. Saya berkonsultasi dulu dengan food stylist dan food designer untuk menentukan menu Umah Rasa lalu kita libatkan para pemain untuk belajar mengenai masakan itu,” jelas Teddy.

Teddy juga menambahkan kehadiran food stylist dan food designer selama proses syuting sangat membantu tim produksi untuk mengambil sudut terbaik dari masakan yang ingin ditampilkan. (P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya