Surat Al-Qashash: Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, dan Keutamaannya

Media Indonesia
14/4/2026 07:11
Surat Al-Qashash: Makna, Asbabun Nuzul, Kandungan, dan Keutamaannya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT Al-Qashash merupakan surat ke-28 dalam juz 20 Al-Qur'an yang terdiri dari 88 ayat. Termasuk dalam golongan surat Makkiyah, Al-Qashash diturunkan saat Rasulullah SAW berada dalam fase perjuangan yang berat di Mekah.

Surat ini dikenal karena narasinya yang mendalam mengenai sejarah para nabi dan kaum terdahulu, memberikan pelajaran moral yang abadi bagi umat manusia. Berikut pemaparannya lebih rinci.

Makna Nama dan Nama Lain

Secara etimologi, Al-Qashash (القصص) berarti Cerita-Cerita atau Kisah-Kisah. Nama ini diambil dari ayat ke-25. Kata tersebut merujuk pada kisah Nabi Musa AS yang diceritakan kepada Nabi Syuaib AS.

Melalui surat ini, Allah SWT menyajikan narasi sejarah bukan sekadar sebagai dongeng, melainkan sebagai ibrah (pelajaran) bagi orang-orang yang berakal. Beberapa ulama tafsir juga menyebut surat ini dengan nama Surat Musa, karena sebagian besar isinya (hampir separuh surat) mengulas secara detail perjalanan hidup Nabi Musa AS, mulai dari kelahirannya yang dramatis hingga kemenangannya atas Firaun.

Asbabun Nuzul: Latar Belakang Turunnya Ayat

Secara umum, Surat Al-Qashash diturunkan untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang saat itu mengalami penindasan dari kaum kafir Quraisy. Namun, terdapat asbabun nuzul khusus untuk ayat tertentu, di antaranya:

  • Ayat 56: Ayat ini turun berkaitan dengan wafatnya Abu Thalib, paman Rasulullah SAW. Meskipun Rasulullah sangat menginginkan pamannya memeluk Islam, Allah menegaskan bahwa hidayah adalah hak prerogatif-Nya.
  • Ayat 85: Turun saat Rasulullah SAW sedang dalam perjalanan hijrah menuju Madinah (tepatnya di Juhfah). Ayat ini memberikan janji bahwa Allah akan mengembalikan beliau ke Mekah (Fathu Makkah) sebagai pemenang.

Kandungan Pokok Surat Al-Qashash

Surat ini memuat pesan-pesan teologis dan sosial yang sangat kuat melalui tiga narasi besar:

1. Kisah Nabi Musa AS dan Firaun

Allah menceritakan bagaimana seorang bayi (Musa) yang lahir di tengah ancaman pembunuhan justru dibesarkan di istana musuhnya (Firaun). Ini menunjukkan bahwa makar Allah jauh lebih hebat daripada rencana manusia. Kisah ini menekankan bahwa kekuasaan yang zalim pasti akan runtuh.

2. Kisah Qarun dan Fitnah Harta

Bagian akhir surat menceritakan tentang Qarun, sepupu Nabi Musa yang sangat kaya tetapi sombong. Ia mengeklaim kekayaannya didapat karena ilmunya sendiri, bukan karunia Allah.

Baca juga: Asmaul Husna Al-Warits Makna, Dalil, Keutamaan Zikir, Cara Mengamalkannya

Akhirnya, Allah menenggelamkan Qarun beserta seluruh hartanya ke dalam bumi. Ini menjadi peringatan keras bagi manusia agar tidak diperbudak oleh materi.

3. Janji Kemenangan dan Hidayah

Surat ini menegaskan bahwa kebenaran akan selalu menang atas kebatilan. Allah menjanjikan bahwa orang-orang yang tertindas di bumi akan dijadikan pemimpin dan pewaris kekuasaan jika mereka bersabar dan beriman.

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah Muslim dari Memandikan hingga Memakamkan

Keutamaan Membaca Surat Al-Qashash

Membaca dan mentadabburi Surat Al-Qashash memberikan manfaat spiritual dan mental bagi seorang mukmin:

  1. Mendapatkan Pahala yang Besar: Sebagaimana surat lainnya, setiap huruf yang dibaca bernilai sepuluh kebaikan.
  2. Penguat Keyakinan (Tauhid): Memahami kisah Musa dan Qarun membantu kita menyadari bahwa segala kekuatan dan kekayaan hanya milik Allah.
  3. Penawar Kesedihan: Ayat-ayat dalam surat ini memberikan harapan bagi mereka yang merasa terzalimi atau sedang dalam kesulitan hidup.
  4. Memahami Hakikat Hidayah: Mengingatkan kita untuk terus berdoa memohon keteguhan iman karena hidayah sepenuhnya di tangan Allah.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

People Also Ask (FAQ)

1. Mengapa dinamakan Al-Qashash?
Karena berisi kumpulan kisah-kisah nyata para nabi dan umat terdahulu sebagai pelajaran.

2. Apa pesan utama kisah Qarun di surat ini?
Bahwa harta adalah ujian, dan kesombongan atas kekayaan akan membawa kehancuran.

3. Apakah Al-Qashash termasuk surat Makkiyah?
Ya, sebagian besar ayatnya turun di Makkah sebelum hijrah.

4. Apa hubungan Al-Qashash dengan Surat An-Naml dan Asy-Syu'ara?
Ketiganya sering disebut "Thawasin" karena dimulai dengan huruf Tha-Sin, dan ketiganya banyak mengulas kisah Nabi Musa.

5. Ayat mana yang menceritakan tentang hidayah?
Ayat 56, yang menegaskan bahwa manusia tidak bisa memberi hidayah kepada orang yang dicintainya.

Baca juga: Sahkah Mandi Wajib atau Junub tanpa Sampo dan Sabun

6. Bagaimana cara mengamalkan isi surat ini?
Dengan bersikap rendah hati, tidak mengejar kekuasaan dengan cara zalim, dan yakin pada pertolongan Allah.

7. Siapa tokoh antagonis utama dalam surat ini?
Firaun (simbol kezaliman kekuasaan), Haman (simbol birokrasi jahat), dan Qarun (simbol kesombongan harta).

8. Apa janji Allah bagi orang tertindas di surat ini?
Allah berjanji akan mengangkat mereka menjadi pemimpin dan pewaris bumi (Ayat 5).

9. Di mana letak makam Qarun?
Al-Qur'an menyebut ia ditenggelamkan ke dalam bumi, namun lokasi pastinya tidak disebutkan secara spesifik untuk menjadi pelajaran umum.

10. Apa hikmah dari kisah ibu Nabi Musa?
Tawakal yang total kepada Allah akan membuahkan hasil yang tidak terduga.

Baca juga: Kumpulan Surat Pendek yang Mudah Dihafal

Practical Checklist: Tadabbur Al-Qashash

  • Membaca Surat Al-Qashash dengan tartil.
  • Mempelajari tafsir ayat 56 tentang hakikat hidayah.
  • Mengambil pelajaran dari sifat rendah hati Nabi Musa AS.
  • Menghindari sifat sombong seperti Qarun dalam kehidupan sehari-hari.
  • Menanamkan keyakinan bahwa pertolongan Allah pasti datang bagi orang yang sabar. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya