Publik Diimbau Kedepankan Dialog dan Toleransi Terkait Video Jusuf Kalla

M Ilham Ramadhan Avisena
13/4/2026 17:45
Publik Diimbau Kedepankan Dialog dan Toleransi Terkait Video Jusuf Kalla
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (tengah) berjalan keluar gedung usai melaporkan dugaan pencemaran nama baik di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (8/4/2026).(ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/agr)

KETUA Umum PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Nikson Silalahi mengimbau masyarakat untuk tidak reaktif serta mengedepankan program penguatan toleransi dan dialog publik menyusul beredarnya video viral yang menampilkan pernyataan Jusuf Kalla.

Dalam keterangannya di Jakarta, Nikson menilai potongan video tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman apabila tidak dipahami secara utuh. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi isu sensitif yang berkaitan dengan keyakinan keagamaan.

“Melihat video pendek cuplikan ceramah Pak Jusuf Kalla, saya kira itu tidak tepat. Orang Kristen dilarang membunuh oleh Alkitabnya. Dan, membunuh tidak sama dengan menjadi martir/syahid itu keliru,” ujarnya.

Nikson juga menyoroti bahwa konsep martir dalam tradisi Kristen memiliki dimensi teologis yang tidak dapat disederhanakan atau disamakan dengan tindakan kekerasan. Meski demikian, ia meminta publik tidak memperkeruh suasana dengan reaksi berlebihan.

Sebagai bagian dari langkah organisasi, GEKIRA mendorong penguatan narasi persatuan melalui edukasi publik dan kampanye toleransi lintas agama. Ia menilai energi masyarakat seharusnya diarahkan pada hal-hal yang lebih produktif dan memperkuat kohesi sosial.

“Mari kita berhenti menghakimi dan terprovokasi dengan pernyataan pak JK tersebut, jangan habiskan energi untuk hal tidak penting,” tegasnya.

Dalam konteks kebangsaan, Nikson mengingatkan bahwa Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman yang harus dijaga bersama. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi bagian dari solusi dengan memperkuat dialog dan saling pengertian.

“Kita harus menjadi agen-agen yang mempromosikan toleransi dan persatuan bangsa di tengah maraknya provokasi, hoaks, dan ujaran kebencian,” ujarnya.

Nikson mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan dialog ketimbang langkah konfrontatif, sejalan dengan semangat persatuan yang juga ditekankan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Kita semua menahan diri, tidak perlu saling lapor ke pihak berwajib, kita kedepankan upaya dialog, karena ini lebih bermanfaat untuk semua pihak dan lebih damai dan menyejukkan,” pungkasnya.(H-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya