Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Gagasan modernisasi organisasi, penguatan kolaborasi lintas generasi, serta pengembangan program berbasis digital dan pemberdayaan umat menjadi fokus utama yang diusung Ahmad Nawawi dalam pencalonannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar periode 2026-2031. Melalui visi tersebut, Nawawi menekankan pentingnya transformasi tata kelola organisasi yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan yang menjadi fondasi Mathla’ul Anwar. Ia juga mendorong penguatan pendidikan berbasis nilai Islam, pemberdayaan ekonomi umat, serta pengembangan dakwah yang adaptif terhadap kemajuan teknologi dan media digital.
Pencalonan Ahmad Nawawi resmi didaftarkan pada Jumat (10/4) kepada panitia Muktamar Nasional Mathla’ul Anwar XXI di Kampus 2 Universitas Mathla'ul Anwar. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepemimpinan yang progresif sekaligus tetap berakar pada tradisi organisasi.
Sebagai figur yang tumbuh dari internal Mathla’ul Anwar, Nawawi dinilai mampu menjembatani kesinambungan antara tradisi dan pembaruan. Pengalamannya memimpin Generasi Muda Mathla’ul Anwar selama dua periode membentuk gaya kepemimpinan yang inklusif, kolaboratif, serta responsif terhadap dinamika sosial, pendidikan, dan dakwah di era digital.
Dalam pernyataannya, Nawawi menegaskan bahwa pencalonan ini bukan semata ambisi pribadi, melainkan bentuk pengabdian yang lebih luas untuk memperkuat peran organisasi di tengah perubahan zaman.
“Mathla’ul Anwar adalah rumah besar bersama. Sudah saatnya warga MA memperkuat sinergi lintas generasi untuk menjawab tantangan masa depan. Saya hadir bukan untuk menggantikan, tetapi untuk melanjutkan dan menguatkan perjuangan para senior yang telah membangun fondasi organisasi ini dengan penuh dedikasi,” ujar Ahmad Nawawi.
Sebagai bagian dari strategi program kerjanya, Nawawi mengusung integrasi antara kekuatan generasi senior dan generasi muda. Ia menilai generasi senior memiliki peran sebagai sumber nilai dan kebijaksanaan, sementara generasi muda menjadi motor inovasi dan transformasi organisasi.
"Prinsipnya merawat tradisi lama yang baik dan berinovasi melakukan perbaikan pada tradisi lama yang membutuhkan perbaikan," kata Nawawi.
Pendekatan tersebut diyakini dapat memperkuat kohesi internal sekaligus meningkatkan daya saing organisasi dalam menjawab isu-isu strategis, seperti penguatan sistem pendidikan, pemberdayaan ekonomi umat, serta adaptasi dakwah di ruang digital.
Lebih lanjut, Nawawi juga menekankan pentingnya digitalisasi organisasi, penguatan jaringan, serta kolaborasi lintas sektor sebagai kunci untuk memperluas peran Mathla’ul Anwar, baik di tingkat nasional maupun global.
“Ke depan, warga MA perlu memperkuat sistem organisasi yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang telah diwariskan. Digitalisasi, penguatan jaringan, serta kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam meningkatkan peran Mathla’ul Anwar di tingkat nasional maupun global,” tambahnya.
Dukungan terhadap pencalonan Ahmad Nawawi terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk dari unsur pimpinan wilayah. Ketua Pengurus Wilayah MA Sumatera Selatan, Fajri Ismail, menilai Nawawi sebagai figur yang mampu mengintegrasikan kekuatan lintas generasi dalam tubuh organisasi.
"Nawawi mampu mengambil kekuatan positif generasi senior dan generasi muda sekaligus," kata Fajri yang juga menjabat sebagai dekan Fakultas Psikologi di UIN Raden Fatah Palembang.
Dengan latar belakang akademik yang kuat serta pengalaman organisasi yang matang, Nawawi dinilai memiliki kapasitas untuk membawa Mathla’ul Anwar menjadi organisasi yang lebih progresif, tanpa kehilangan jati diri. Pencalonan ini sekaligus diharapkan menjadi momentum kebangkitan peran generasi muda dalam kepemimpinan organisasi.
Sebagai penutup, Ahmad Nawawi mengajak seluruh elemen Mathla’ul Anwar untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun organisasi ke depan.
“Ini bukan tentang saya, tetapi tentang kita semua. Tentang bagaimana Mathla’ul Anwar dapat terus menjadi cahaya bagi umat dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya. (E-3)
Seluruh keputusan dalam muktamar harus berorientasi pada kepentingan masyarakat luas, bukan kelompok tertentu.
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan puluhan pimpinan organisasi Islam dan tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada hari ini.
Muhammadiyah adalah salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia yang memiliki kontribusi luar biasa dalam membangun masyarakat, baik melalui pendidikan, kesehatan, maupun sosial.
Di balik perkembangan pesat Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, ada penggalangan kisah perjuangan seorang tokoh visioner, Ahmad Dahlan.
Organisasi Islam di Indonesia telah menjadi pilar penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkeadilan, dan berkemajuan, salah satunya adalah Muhammaduyah.
Wali kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan BAZNAS merupakan mitra penting dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan umat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved