Halalbihalal Alumni FISIP UI 86: Nostalgia Masa Kecil Lewat Film Na Willa

Syarief Oebaidillah
11/4/2026 09:52
Halalbihalal Alumni FISIP UI 86: Nostalgia Masa Kecil Lewat Film Na Willa
Ilustrasi(Dok Istimewa)

Momentum Idul Fitri 1447 H menjadi sangat semarak dengan gelaran halalbihalal yang mempererat kebersamaan di berbagai penjuru tanah air. Dalam semangat silaturahmi tersebut, para alumni FISIP UI angkatan 1986 kembali berkumpul untuk mengadakan acara nonton bareng film Na Willa yang dibintangi oleh rekan seangkatan mereka, aktris senior Ira Wibowo. Acara yang berlangsung di Plaza Senayan, Jakarta, kemarin petang ini menjadi ajang temu kangen sekaligus apresiasi terhadap karya layar lebar yang sarat akan nilai keluarga.

Ahmad Akbar, alumni prodi Hubungan Internasional yang kerap menjadi inisiator pertemuan rekan-rekan seangkatannya, menilai bahwa kebersamaan melalui film keluarga ini memberikan dampak yang sangat positif. Menurut Akbar, film Na Willa sangat menarik dan menginspirasi, terutama bagi mereka yang kini telah menjadi orang tua. Film tersebut membawa mereka bernostalgia merasakan kembali suasana masa kecil yang penuh kesederhanaan. Sebagai seorang entrepreneur dan pengacara, Akbar berharap melalui film ini, anak-anak generasi sekarang dapat memahami potret masa kecil orang tua mereka dahulu yang jauh dari ketergantungan pada gawai.

Keindahan interaksi anak-anak masa lalu yang diisi dengan permainan tradisional menjadi pesan kuat yang ingin disampaikan Akbar kepada "anak zaman now". Ia pun berencana membawa anak-anak asuhan yatim piatu untuk ikut menyaksikan film ini agar mereka bisa memetik makna positif di dalamnya. Sementara itu, Ira Wibowo yang memerankan tokoh Nyonya Chang, seorang warga negara  Amerika yg menikah dengan orang Indonesia, mendorong karakter Na Willa untuk bersekolah, menekankan pentingnya sosialisasi bagi tumbuh kembang anak sejak dini.

Bagi Ira, film ini merupakan ajakan untuk melihat dunia secara positif sebagaimana sudut pandang anak-anak. Alumnus Ilmu Komunikasi FISIP UI ini juga berpendapat bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar membaca dan menulis, melainkan ruang vital untuk berinteraksi dan bermain. Sebagai orang tua, Ira berpesan agar pola asuh tidak bersifat otoriter dan orang tua tidak perlu malu meminta maaf jika melakukan kesalahan. Salah satu pesan moral utama yang ia garis bawahi adalah pendidikan kejujuran agar anak-anak terbiasa untuk tidak berbohong.

Menanggapi inisiatif rekan-rekannya, Ira menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Akbar serta seluruh teman angkatan FISIP UI 86 yang selalu setia memberikan dukungan terhadap film-film yang ia perankan. Di sisi lain, Teguh Iman Perdana yang berprofesi sebagai penyiar radio turut menilai bahwa kegiatan seperti ini sudah menjadi kebutuhan bagi mereka yang berada di usia senior. Menurut Teguh, menjaga sosialisasi merupakan salah satu resep panjang umur agar tetap sehat secara mental dan sosial.

Bagi Teguh, film yang mengambil latar tahun 60-70an ini menjadi pengingat atau reminder tentang masa-masa indah penuh kepolosan yang kini sulit ditemukan di era digital. Ia menyimpulkan bahwa acara halalbihalal dan nonton bareng ini merupakan perpaduan kegiatan yang sangat menyenangkan serta membawa manfaat besar bagi kekompakan alumni FISIP UI 86. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya