Terpilih Aklamasi, Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya Menjadi Ketua Umum 2026-2031

Syarief Oebaidillah
10/4/2026 22:14
Terpilih Aklamasi, Munas X LDII Tetapkan Dody Taufiq Wijaya Menjadi Ketua Umum 2026-2031
Ilustrasi(Dok Istimewa)

RAPAT paripurna Musyawarah Nasional (Munas) X LDII di Jakarta ,Kamis (9/4) memutuskan secara aklamasi mengangkat Dody Taufiq Wijaya menggantikan KH Chriswanto Santoso sebagai Ketua Umum DPP LDII, yang sebelumnya tak ingin dicalonkan lagi karena alasan kesehatan.

Melalui keterangan resmi yang diterima hari ini, Dody mengungkapkan, langkah awal kepengurusan baru adalah konsolidasi internal DPP. Hal ini untuk memastikan di masa transisi keberlanjutan dan kesinambungan karya dan kontribusi LDII tetap berjalan demi kemaslahatan umat, "Seperti pesan  KH Chriswanto untuk terus beramal saleh di masa transisi sebelum kepengurusan definitif terbentuk," ungkapnya

Langkah selanjutnya, memastikan gerbong organisasi di daerah berjalan sinkron, sejalan dan searah mulai dari DPW, DPD, PC hingga PAC. Sehingga karya dan kontribusi LDII betul-betul dapat terasa hingga akar rumput. "Harapannya, LDII dengan karakter luhurnya bisa diterima dengan tulus oleh masyarakat di segala lapisan," tukas Dody.

Dody mendorong pengurus organisasi melanjutkan dan memperkuat komunikasi intens dengan para pemangku kepentingan. Setiap program dan rencana kerja LDII sedapat mungkin dikerjasamakan dengan instansi pemerintah terkait, "Jika program tersebut sifatnya mendukung kelancaran program pemerintah pusat dan daerah," katanya.

Selain itu, ia mempersilakan melakukan kerja bareng dengan sesama ormas atau organisasi lain yang terkait dengan bidang atau area program kerja tertentu. Serta dengan pihak-pihak lain yang saling mendukung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Dody menekankan, organisasi ini merupakan tanggung jawab dan amanah yang besar dan berat. "Mari kita bersama-sama bekerja sama, bahu-membahu dalam mengeksekusi dan mengejawantahkan itu semua," ajaknya.

Dody mengapresiasi dan terima kasih untuk Ketua Umum DPP LDII periode 2021-2026, KH Chriswanto Santoso beserta semua jajaran. Ia mengatakan, dedikasi dan komitmennya terhadap LDII demikian banyak bahkan jejaknya bisa  disaksikan dan dirasakan, "Juga terima kasih atas arahan dan bimbingan beliau selama ini. Leaders don't create followers, they create more leaders, itulah yang dilakukan Pak Chris terhadap kami," ungkapnya.

Sebagai penutup, Dody menegaskan akan berupaya semaksimal mungkin untuk membawa LDII ke puncak performa LDII. 

Dukungan  Wamenhaj

Sebelum pengukuhan kepengurusan, Munas X LDII menghadirkan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan pembekalan. Dahnil menegaskan bahwa LDII merupakan organisasi yang rapi, bersih, dan kompak. 

Dalam pandangan Dahnil, watak organisasi LDII dan jemaahnya yang bersih dan tertib mencerminkan karakter “asri” yang menjadi kekuatan organisasi di tengah masyarakat. Nilai ini menurutnya menjadi kekuatan spiritual yang selaras dengan nilai-nilai Islam dan agenda kebangsaan. “LDII itu dikenal selalu rapi, bersih, dan kompak. Watak ini bisa disinergikan dengan agenda besar pemerintah, seperti program Indonesia Bersih dan Indonesia Indah,” ujarnya.

Dahnil menekankan pentingnya peran LDII dalam sektor perhajian. Ia menyoroti disiplin dan jumlah jemaah LDII yang signifikan. Menurutnya, dukungan LDII dalam hal ini akan memperkuat efektivitas program haji, selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin mendorong pelaksanaan ibadah yang lebih tertib dan bermartabat, “Jemaah LDII yang tertib dan disiplin bisa menjadi contoh praktik ibadah haji yang selaras dengan nilai perdamaian, persaudaraan, dan keberlanjutan lingkungan,” tukasnya.

Terkait tema geopolitik yang diangkat pada Munas X, Dahnil berharap momentum haji yang diikuti oleh Umat Muslim se-dunia bisa menjadi simbol perdamaian bagi komunitas yang tengah berkonflik. Momen ini, menurutnya, sekaligus bisa mempromosikan Islam khas Indonesia yang dianut LDII, ramah, toleran, dan berakar pada Pancasila, “LDII lahir dari rahim Ibu Pertiwi, rahim Pancasila. Watak keislaman yang khas Indonesia ini bisa menjadi kekuatan soft power dalam menyebarkan pesan Islam perdamaian ke seluruh dunia,” pungkas Dahnil.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya