Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IBADAH haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga tantangan fisik yang besar. Mengingat medan dan cuaca yang ekstrem di Tanah Suci, calon jamaah haji sangat disarankan untuk mempersiapkan ketahanan fisik jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.
Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, menekankan bahwa jamaah haji diperkirakan akan berjalan kaki antara 5 hingga 15 kilometer per hari. Kondisi ini diperberat dengan suhu udara yang ekstrem di Arab Saudi.
"Ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik luar biasa. Untuk itu, beberapa latihan perlu dilakukan," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut, dikutip Jumat (10/4)
Menurut Andi, persiapan idealnya dilakukan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan. Fokus utama latihan adalah meningkatkan kapasitas aerobik dan kekuatan otot penyangga tubuh.
Latihan aerobik seperti jalan cepat berfungsi meningkatkan penyerapan oksigen dan memperkuat kesehatan jantung (kardiovaskular). Sementara itu, latihan kekuatan otot tungkai bawah sangat krusial untuk mendukung aktivitas Tawaf dan Sa'i yang mengandalkan kekuatan kaki.
| Jenis Latihan | Durasi & Frekuensi | Manfaat Utama |
|---|---|---|
| Aerobik (Jalan Cepat) | 30–60 menit, 3–5 kali seminggu | Ketahanan jantung & energi |
| Kekuatan (Squat & Lunges) | Rutin sebelum berangkat | Kekuatan paha, betis, & lutut |
| Simulasi Ibadah | Menggunakan alas kaki haji | Cegah lecet & adaptasi biomekanik |
Selain latihan fisik, Andi mengingatkan pentingnya menjaga asupan energi dan cairan. Dehidrasi menjadi ancaman serius di tengah suhu tinggi yang dapat memperburuk kondisi metabolik tubuh.
"Jangan menunggu haus. Targetkan minum 200–300 ml setiap jam saat beraktivitas," tegasnya. Ia juga menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum untuk energi yang lebih tahan lama, serta protein untuk pemulihan otot.
Dengan persiapan fisik yang matang dan pola makan yang terjaga, diharapkan jamaah dapat meminimalisir risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) dan menjalankan seluruh rukun haji dengan khusyuk serta sehat. (Ant/Z-1)
PPIH Arab Saudi meminta jemaah haji 2026 asal Indonesia bijak mengatur ritme ibadah di Masjidil Haram guna menghindari kelelahan dan risiko heat stroke akibat cuaca panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved