Tips Persiapan Fisik Haji: Ini Saran Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga

Basuki Eka Purnama
10/4/2026 15:01
Tips Persiapan Fisik Haji: Ini Saran Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga
Ilustrasi(Freepik)

IBADAH haji bukan sekadar perjalanan spiritual, melainkan juga tantangan fisik yang besar. Mengingat medan dan cuaca yang ekstrem di Tanah Suci, calon jamaah haji sangat disarankan untuk mempersiapkan ketahanan fisik jauh-jauh hari sebelum keberangkatan.

Dokter spesialis kedokteran olahraga, dr. Andi Kurniawan, Sp.KO, menekankan bahwa jamaah haji diperkirakan akan berjalan kaki antara 5 hingga 15 kilometer per hari. Kondisi ini diperberat dengan suhu udara yang ekstrem di Arab Saudi.

"Ibadah haji membutuhkan ketahanan fisik luar biasa. Untuk itu, beberapa latihan perlu dilakukan," ujar dokter lulusan Universitas Indonesia tersebut, dikutip Jumat (10/4)

Latihan Fisik: Fokus pada Jantung dan Otot Tungkai

Menurut Andi, persiapan idealnya dilakukan sejak tiga bulan sebelum keberangkatan. Fokus utama latihan adalah meningkatkan kapasitas aerobik dan kekuatan otot penyangga tubuh.

Latihan aerobik seperti jalan cepat berfungsi meningkatkan penyerapan oksigen dan memperkuat kesehatan jantung (kardiovaskular). Sementara itu, latihan kekuatan otot tungkai bawah sangat krusial untuk mendukung aktivitas Tawaf dan Sa'i yang mengandalkan kekuatan kaki.

Rekomendasi Latihan Fisik Calon Jamaah Haji:
Jenis Latihan Durasi & Frekuensi Manfaat Utama
Aerobik (Jalan Cepat) 30–60 menit, 3–5 kali seminggu Ketahanan jantung & energi
Kekuatan (Squat & Lunges) Rutin sebelum berangkat Kekuatan paha, betis, & lutut
Simulasi Ibadah Menggunakan alas kaki haji Cegah lecet & adaptasi biomekanik

Manajemen Nutrisi dan Hidrasi

Selain latihan fisik, Andi mengingatkan pentingnya menjaga asupan energi dan cairan. Dehidrasi menjadi ancaman serius di tengah suhu tinggi yang dapat memperburuk kondisi metabolik tubuh.

"Jangan menunggu haus. Targetkan minum 200–300 ml setiap jam saat beraktivitas," tegasnya. Ia juga menyarankan konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum untuk energi yang lebih tahan lama, serta protein untuk pemulihan otot.

Panduan Nutrisi & Kebiasaan di Tanah Suci:
  • Wajib Dikonsumsi: Karbohidrat kompleks (nasi merah, gandum) dan protein.
  • Wajib Dibatasi: Makanan terlalu pedas dan berminyak (mencegah gangguan pencernaan).
  • Target Hidrasi: 200–300 ml air setiap jam (Mata Uang Rupiah tidak berlaku di sana, pastikan ketersediaan air minum).
  • Istirahat: Hemat energi di luar waktu ibadah inti dan tetap berada di ruangan sejuk.

Dengan persiapan fisik yang matang dan pola makan yang terjaga, diharapkan jamaah dapat meminimalisir risiko kelelahan akibat panas (heat exhaustion) dan menjalankan seluruh rukun haji dengan khusyuk serta sehat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya