Empat Lapangan Migas Raih PROPER Hijau

M Ilham Ramadhan Avisena
09/4/2026 22:07
Empat Lapangan Migas Raih PROPER Hijau
Empat unit usaha di bawah Pertamina Hulu Energi Regional Jawa meraih PROPER Hijau dalam ajang penilaian kinerja lingkungan 2025.(Dok Pertamina Hulu Energi Regional Jawa)

EMPAT unit usaha di bawah Pertamina Hulu Energi Regional Jawa meraih PROPER Hijau dalam ajang penilaian kinerja lingkungan 2025. Capaian ini datang dari operasi hulu migas, sektor yang kerap disorot karena dampak lingkungannya dan dinilai telah melampaui standar kepatuhan yang ditetapkan pemerintah.

Perusahaan yang memperoleh penghargaan tersebut meliputi PHE ONWJ, Pertamina EP Subang Field, Pertamina EP Tambun Field, dan Pertamina EP Jatibarang Field. Pengumuman dilakukan dalam acara Anugerah PROPER di Sasono Langen Budoyo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

PROPER merupakan instrumen evaluasi pemerintah untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan lingkungan, sekaligus menilai sejauh mana perusahaan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Manager Communication, Relations & CID Pertamina EP Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, menyebut capaian tersebut mencerminkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada kepatuhan regulasi.

"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan lingkungan yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada kepatuhan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ke depan, kami akan terus mendorong inovasi yang adaptif, kolaboratif, dan berkelanjutan," ujarnya seperti dikutip pada Kamis (9/4). 

Sejumlah program menjadi penopang penilaian tersebut, dengan pendekatan yang menggabungkan aspek lingkungan dan sosial. Di Tambun Field, misalnya, program Cemerlang Lestari di Karawang Kulon mengintegrasikan perlindungan perempuan dan anak dengan kegiatan ekonomi berbasis lingkungan, termasuk pengembangan produk ramah lingkungan dari serat alam.

Di Subang Field, program Purnama Subang menyasar pemberdayaan purna pekerja migran dan kelompok rentan melalui penguatan ekonomi lokal. Program ini turut memanfaatkan teknologi energi surya di sektor pertanian serta mendorong pengelolaan limbah berbasis komunitas di Desa Compreng.

Sementara itu, Jatibarang Field mengembangkan program Jari Tangan yang berfokus pada praktik pertanian ramah lingkungan. Inisiatif ini mencakup penggunaan pupuk organik, pengembangan agen hayati, serta pemanfaatan energi terbarukan untuk mendukung ketahanan pangan di sejumlah desa di Indramayu.

Di wilayah pesisir, PHE ONWJ menjalankan program Jam Pasir yang menggabungkan konservasi lingkungan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program ini mencakup penanaman mangrove untuk menekan abrasi serta pengelolaan limbah menjadi sumber ekonomi baru bagi warga di Karawang.

Meski meraih peringkat hijau, tantangan bagi industri hulu migas tetap besar, terutama dalam menjaga konsistensi penerapan prinsip keberlanjutan di tengah tekanan produksi energi. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya