Surat As-Sajdah: Makna, Nama Lain, Asbabun Nuzul, dan Keutamaannya

Media Indonesia
08/4/2026 15:39
Surat As-Sajdah: Makna, Nama Lain, Asbabun Nuzul, dan Keutamaannya
Ilustrasi.(Freepik)

SURAT As-Sajdah merupakan surat ke-32 dalam juz 21 Al-Qur'an yang terdiri dari 30 ayat. Termasuk dalam golongan surat Makkiyah, surat ini menyimpan kedalaman makna spiritual, terutama mengenai ketundukan mutlak seorang hamba kepada Sang Pencipta.

Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mengenai identitas, sejarah, hingga fadhilah dari surat yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW ini. Silakan mengaji.

Makna Nama dan Nama Lain Surat As-Sajdah

Nama As-Sajdah diambil dari ayat ke-15. Allah SWT menyebutkan ciri-ciri orang yang beriman, yaitu mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat Allah, mereka menyungkur sujud.

Selain nama populer tersebut, surat ini juga memiliki beberapa nama lain yang merujuk pada kandungan ayatnya:

  • Al-Madhaaji' (Tempat Tidur): Merujuk pada ayat ke-16 yang mengisahkan orang-orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat tidur untuk beribadah di malam hari.
  • Sajdah Al-Mumin: Untuk membedakannya dengan surat lain yang juga mengandung ayat sajdah (seperti surat Fussilat).
  • Alif Lam Mim Tanzil: Merujuk pada pembukaan surat ini.

Asbabun Nuzul (Latar Belakang Turunnya Ayat)

Secara umum, surat ini turun untuk menguatkan akidah umat Islam di Mekah yang saat itu menghadapi penentangan kaum musyrik. Namun, ada beberapa ayat yang memiliki sebab turun secara khusus (asbabun nuzul):

Ayat 16: Diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa ayat ini turun mengenai kaum Anshar yang melaksanakan salat antara Maghrib dan Isya (salat Awwabin) serta mereka yang senantiasa melaksanakan salat Tahajud.

Ayat 18: "Maka apakah orang yang beriman sama dengan orang yang fasik? Mereka tidak sama." Ayat ini turun berkaitan dengan perdebatan antara Ali bin Abi Thalib (mewakili orang beriman) dan Uqbah bin Abi Mu'aith (mewakili orang fasik) yang menyombongkan diri, lalu Allah menegaskan perbedaan derajat keduanya.

Kandungan Pokok Surat As-Sajdah

Surat As-Sajdah merangkum prinsip-prinsip dasar Islam yang meliputi:

  1. Kebenaran Al-Qur'an: Penegasan bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah, bukan buatan manusia (Nabi Muhammad SAW).
  2. Bukti Kekuasaan Allah: Penjelasan mengenai penciptaan langit, bumi, dan proses penciptaan manusia dari saripati tanah hingga ditiupkannya ruh.
  3. Hari Kebangkitan: Gambaran mengenai penyesalan orang-orang kafir di akhirat kelak yang meminta dikembalikan ke dunia untuk beramal saleh.
  4. Karakteristik Orang Beriman: Mereka yang khusyuk dalam sujud, sedikit tidur karena salat malam, dan menginfakkan sebagian rezeki di jalan Allah.

Baca juga: Surat Al-Ahzab terkait Perang Khandaq Umat Islam Melawan Sekutu

Pesan Utama: Perbedaan mencolok antara balasan bagi orang yang taat (Surga Ma'wa) dan orang yang fasik (Neraka) sebagai bentuk keadilan Ilahi.

Keutamaan Membaca Surat As-Sajdah

Berdasarkan hadis-hadis sahih, terdapat keutamaan khusus bagi mereka yang merutinkan membaca surat ini:

  • Sunnah di Hari Jumat: Rasulullah SAW terbiasa membaca Surat As-Sajdah pada rakaat pertama salat Subuh di hari Jumat dan Surat Al-Insan pada rakaat kedua. Ini bertujuan mengingatkan makmum tentang penciptaan manusia dan hari kiamat yang terjadi pada hari Jumat.
  • Pelindung sebelum Tidur: Dalam hadis riwayat Tirmidzi disebutkan bahwa Nabi SAW tidak akan tidur sebelum membaca Surat As-Sajdah dan Surat Al-Mulk.
  • Pahala yang Besar: Membacanya dengan tadabbur (perenungan) memberikan ketenangan hati dan pengakuan akan kelemahan diri di hadapan Allah melalui ayat sajdah.

Baca juga: Asmaul Husna Al-Hadi Makna, Dalil, Khasiat Zikir, dan Cara Mengamalkannya

Mengamalkan Surat As-Sajdah

Waktu/Kondisi Amalan
Salat Subuh Jumat Membaca atau menyimak bacaan imam (disunnahkan sujud tilawah pada ayat 15).
Sebelum Tidur Malam Membaca Surat As-Sajdah bersama Surat Al-Mulk sebagai pelindung.
Saat Ayat 15 Melakukan Sujud Tilawah sebagai bentuk ketundukan.
Sepertiga Malam Meresapi ayat 16-17 untuk memotivasi ibadah Tahajud.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

10 Pertanyaan Sering Muncul

1. Apa arti dari As-Sajdah? Sujud.

2. Surat As-Sajdah urutan ke berapa dalam Al-Qur'an? Urutan ke-32.

3. Di mana surat ini diturunkan? Di Mekah (Makkiyah), kecuali ayat 18-20 yang menurut sebagian ulama Madaniyah.

4. Mengapa dinamakan Al- مضاجع (Al-Madhaaji’)? Karena menyebutkan orang yang menjauhkan lambungnya dari tempat tidur untuk salat malam.

5. Kapan Rasulullah SAW rutin membaca surat ini? Pada rakaat pertama salat Subuh hari Jumat dan sebelum tidur.

Baca juga: Kumpulan Surat Pendek yang Mudah Dihafal

6. Apa pokok bahasan utama surat ini? Ketauhidan, hari kebangkitan, dan kebenaran Al-Qur'an.

7. Apakah ada ayat Sajdah di dalamnya? Ya, pada ayat ke-15.

8. Apa balasan bagi orang yang beriman dalam surat ini? Surga tempat tinggal (Jannatul Ma'wa).

9. Bagaimana perumpamaan orang mukmin dan fasik di surat ini? Ditegaskan bahwa keduanya tidaklah sama.

10. Apa manfaat membaca As-Sajdah sebelum tidur? Mendapat perlindungan dan pahala seperti menghidupkan Lailatul Qadar (menurut riwayat tertentu).

Baca juga: Minuman Keras dan Judi, Waspadai Bahaya Keduanya Menurut Al-Quran

Dengan memahami makna dan keutamaan Surat As-Sajdah, diharapkan umat Muslim tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga mampu mengimplementasikan nilai-nilai ketundukan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Surat ini menjadi pengingat bahwa sujud bukan sekadar gerakan fisik, melainkan puncak pengabdian ruhani kepada Allah SWT. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya