Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) harus naik kelas menjadi talenta global yang mampu bersaing di tengah dinamika pasar tenaga kerja internasional yang semakin kompetitif.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Bahasa Inggris dan Sertifikasi Uji Kompetensi bagi siswa dan alumni SMK di Kota Tangerang, Senin (7/4). Kegiatan ini dihadiri para kepala sekolah penerima bantuan program pemerintah sebagai bagian dari penguatan kapasitas satuan pendidikan vokasi.
“SMK hari ini tidak boleh hanya menghasilkan lulusan yang siap kerja di dalam negeri, tetapi harus kita dorong menjadi talenta global yang mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Wamen Fajar.
Ia menegaskan bahwa penguasaan bahasa Inggris menjadi faktor kunci dalam meningkatkan daya saing lulusan SMK di tingkat global.
“Bahasa Inggris bukan lagi sekadar tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar. Jika kita ingin lulusan SMK masuk ke pasar kerja global, maka kemampuan komunikasi mereka harus disiapkan dengan serius,” katanya.
Selain itu, Wamen Fajar menekankan pentingnya sertifikasi uji kompetensi sebagai standar kualitas lulusan yang diakui dunia industri.
“Sertifikasi menjadi bukti bahwa mereka memiliki kompetensi. Ini penting bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga untuk pengakuan di tingkat global,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti tantangan dunia kerja di Indonesia, termasuk fenomena meningkatnya tenaga kerja asing di berbagai sektor.
“Kita melihat fenomena meningkatnya tenaga kerja asing, di mana masih banyak posisi strategis diisi oleh mereka. Ini menjadi catatan penting bahwa kita harus meningkatkan kualitas sumber daya manusia kita. Di sisi lain, kita juga perlu menyerap ilmu dan pengalaman yang mereka miliki agar kita terus berkembang,” kata Wamen Fajar.
Menurutnya, tanpa peningkatan kapasitas dan daya saing, lulusan dalam negeri berpotensi tertinggal, bahkan di pasar kerja sendiri.
“Kalau kita tidak segera meningkatkan kualitas lulusan kita, maka kita akan kalah bersaing, bahkan di negeri kita sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa SMK sebenarnya telah memiliki kekuatan pada aspek keterampilan teknis, namun perlu diperkuat dengan kemampuan bahasa dan kesiapan menghadapi lingkungan kerja global.
“Secara teknis kita kuat dan memiliki keunggulan, tetapi kita perlu memperkuat aspek bahasa dan soft skills agar lulusan SMK benar-benar siap masuk dalam ekosistem kerja global,” ujarnya.
Wamen Fajar juga menegaskan bahwa program Bimtek Bahasa Inggris dan sertifikasi kompetensi harus menjadi bagian dari upaya berkelanjutan.
“Ini bukan program sesaat, melainkan harus menjadi bagian dari langkah sistemik untuk meningkatkan kualitas lulusan SMK,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, Wamen Fajar didampingi Tatang Muttaqin selaku Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen serta Arie Wibowo Kurniawan selaku Direktur SMK.
Menutup sambutannya, Wamen Fajar menyampaikan harapannya agar program ini memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan menjawab kebutuhan masa depan mereka.
“Semoga program ini membantu menjawab kebutuhan anak-anak kita. Ini juga akan kami sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, bahwa program ini diarahkan untuk menyiapkan siswa menjadi talenta global sesuai harapan beliau, yakni mendorong generasi muda kita siap mengambil peluang kerja di luar negeri,” pungkasnya. (RO/Z-10)
Bareskrim Polri membongkar produksi kosmetik ilegal di Bogor. Tiga orang diamankan, sementara krim siang dan malam hasil sitaan terdeteksi mengandung merkuri.
Serapan dunia kerja terhadap lulusan SMK di Provinsi Kalimantan Selatan masih rendah, baru 8,2%.Â
program magang nasional bagi lulusan perguruan tinggi dapat berdampak baik kepada perekonomian karena mengurangi angka pengangguran tapi harus adil bagi peserta lulusan SMK
Pekan Nasional Mengajar diselenggarakan di 58 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di berbagai wilayah Indonesia, melibatkan sedikitnya 1.740 siswa untuk menumbuhkan semangat wirausaha
Hasil penelusuran lulusan digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk mendukung rapor pendidikan SMK dan dinas pendidikan provinsi, serta pengembangan program penjaminan mutu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved