Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANAAN Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di seluruh Indonesia mencatatkan tingkat partisipasi yang sangat tinggi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan bahwa 98% dari total populasi siswa SMP telah mengikuti ujian tersebut.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menyatakan bahwa capaian ini telah melampaui target awal. Hal tersebut disampaikannya saat meninjau pelaksanaan ujian di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, pada Senin (6/4).
“Pokoknya 98% dari populasi. Sesuai target dan saya kira melebihi target karena sudah mendekati ukuran populasi,” ujar Toni kepada awak media.
Terkait sisa 2% siswa yang tidak mengikuti TKA, Toni menjelaskan bahwa pihaknya belum mengidentifikasi secara detail asal sekolah maupun daerah para siswa tersebut. Namun, ia menekankan bahwa sesuai regulasi, TKA memang bersifat opsional atau tidak wajib.
“Kita belum deteksi apakah dari sekolah negeri atau swasta. Namun yang 2% itu sesuai regulasi kita memang opsional. Jadi tidak harus 100% karena tidak wajib. Ada juga kemungkinan faktor hambatan intelektual pada siswa yang membuat mereka tidak ikut,” tambahnya.
Berikut adalah ringkasan data partisipasi TKA SMP berdasarkan keterangan resmi Kemendikdasmen:
| Kategori Data | Keterangan |
|---|---|
| Tingkat Partisipasi Nasional | 98% dari populasi siswa SMP |
| Status Keikutsertaan | Opsional (Tidak Wajib) |
| Penyebab Tidak Ikut (2%) | Faktor psikologis, pilihan orang tua, hambatan intelektual |
| Mitra Pendukung Teknis | PLN, Telkom, Telkomsel |
Untuk menjamin kelancaran teknis, Kemendikdasmen telah menjalin kolaborasi dengan PLN dan penyedia jasa telekomunikasi seperti Telkom dan Telkomsel guna mengantisipasi gangguan listrik maupun jaringan internet. Hingga berita ini diturunkan, dilaporkan belum ada kendala berarti di lapangan, kecuali jika terjadi bencana alam (force majeure).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menambahkan bahwa faktor psikologis dan sudut pandang orang tua menjadi alasan utama bagi siswa yang memilih tidak ikut TKA.
“Ada temuan di lapangan bahwa sebagian siswa merasa tidak siap secara psikologis. Selain itu, ada orang tua yang berpendapat TKA belum diperlukan karena ada hal lain yang dianggap lebih penting bagi anak mereka,” jelas Abdul Mu’ti.
Ia menegaskan kembali bahwa pemerintah tetap memegang prinsip kebebasan memilih bagi siswa.
“Semuanya adalah pilihan. Kami tetap berprinsip bahwa TKA ini tidak wajib. Mereka yang ikut adalah yang benar-benar siap. Sebagai contoh, di sekolah yang kita kunjungi hari ini (SMPN 2 Curug), partisipasinya mencapai 100%,” pungkasnya. (Z-1)
Mendikdasmen menegaskan komitmennya dalam menjaga pelaksanaan TKA agar tetap kredibel, transparan, dan berintegritas di seluruh wilayah Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengatasi kendala tersebut agar tidak terjadi di tahun berikutnya.
Delapan ASN Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Hadapi Vonis Kasus Dugaan Pemerasan Izin RPTKA
Tingginya partisipasi murid dan sekolah di Jatim menunjukkan kesiapan daerah dalam menyelenggarakan asesmen nasional berbasis kualitas.
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMP 4 Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, sempat berlangsung di atas bukit seiring gangguan internet akibat mati listrik.
Siswa menilai soal TKA memiliki tingkat kesulitan menengah dan masih dapat dikerjakan dengan baik terutama setelah melakukan latihan dan pembahasan soal di sekolah.
Sanksi berupa teguran lisan, pembinaan, serta mewajibkan yang bersangkutan menjaga kerahasiaan dokumen TKA sesuai ketentuan yang berlaku.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) hari ini, Senin (6/5) secara resmi melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan TKA SMP di Tangerang. Ia menegaskan TKA bukan penentu kelulusan melainkan pemetaan mutu.
TKA penting sebagai instrumen untuk melihat capaian pembelajaran siswa secara lebih komprehensif, terutama di jenjang SMP yang merupakan fase penting dalam proses belajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved