Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Ramadan sering kali menjadi momen ketika daftar menu takjil yang manis dan digoreng menjadi primadona. Namun, di balik kenikmatannya, masyarakat perlu berhati-hati agar tidak menjadikan takjil sebagai sumber asupan utama saat berbuka puasa.
Ahli gizi Dr. Rita Ramayulis, DCN, M.Kes., mengingatkan bahwa kebiasaan mengandalkan takjil dapat berisiko menyebabkan kekurangan zat gizi penting bagi tubuh.
Menurut Ketua Indonesia Asosiasi Ahli Gizi Olahraga (ISNA) ini, mayoritas takjil yang beredar di masyarakat saat ini cenderung tidak seimbang.
"Biasanya takjil bahan utamanya karbohidrat, ada tambahan gula atau digoreng dengan minyak. Jadi kaya karbohidrat dan lemak saja, tapi rendah protein dan mikronutrien," ujar Rita, dikutip Rabu (25/2).
Dosen kesehatan masyarakat di Universitas Faletehan Serang ini menjelaskan bahwa masalah muncul ketika seseorang merasa kenyang lebih dulu setelah menyantap takjil, lalu memutuskan untuk melewatkan makan utama. Padahal, makan utama adalah waktu yang tepat untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang krusial.
"Kalau seseorang hanya kenyang dengan takjil saja, berisiko kekurangan asupan protein yang merupakan zat gizi utama yang dibutuhkan tubuh, juga kekurangan serat dan beberapa mikronutrien," tambahnya.
Rita menekankan bahwa protein memiliki peran vital, yakni menjaga massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, serta mendukung sistem kekebalan tubuh selama berpuasa.
Oleh karena itu, kebutuhan utama saat berbuka puasa bukanlah pada takjil, melainkan pada pemulihan kadar gula darah yang menurun setelah seharian berpuasa. Hal ini sebenarnya dapat dicapai dengan mengonsumsi kurma atau buah serta cairan seperti air putih.
"Takjil itu bukan kebutuhan, tapi keinginan. Kalau ingin konsumsi, cukup satu sampai dua potong saja," tegasnya.
Sebagai solusi, Rita menyarankan masyarakat untuk tetap melanjutkan dengan makan utama yang mengandung komposisi seimbang.
Menu makan malam harus mencakup karbohidrat, protein, sayuran, dan buah-buahan untuk memastikan kebutuhan gizi harian tetap terpenuhi.
Dengan menjaga keseimbangan pola makan antara takjil dan porsi utama, masyarakat dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih sehat tanpa harus mengorbankan kebutuhan protein serta zat gizi esensial lainnya. Langkah ini sangat penting, terutama bagi mereka yang memiliki aktivitas fisik tingg.
Kedisiplinan dalam memilih asupan adalah kunci agar tubuh tetap prima sepanjang bulan suci. (Ant/Z-1)
Pemerintah mengklaim harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 lebih stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
RATUSAN anak muda dari berbagai latar belakang keyakinan menggelar aksi sosial bertajuk "Bagi-Bagi 2.000 Takjil Gratis" di depan Kantor Pemerintah Kota Bekasi, Senin (16/3/2026).
Kegiatan berbagi ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan antarumat beragama di bulan suci Ramadan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Anniversary yang tahun ini mengusung tema “INNSPIRIT NINE.” Di tengah hangatnya suasana bulan suci Ramadan
BPOM melakukan pengawasan terhadap pangan takjil melalui pengujian cepat menggunakan rapid test kit, 108 sampel (2%) tidak memenuhi syarat.
KEPOLISIAN Negara Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk memprioritaskan persiapan matang dan menjaga keselamatan selama momentum mudik Lebaran 2026.
Pengawasan ini merupakan upaya preventif pemerintah daerah dalam melindungi kesehatan publik selama bulan suci.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved