Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEROKOK pasif adalah orang yang tidak merokok, tetapi menghirup asap rokok dari orang lain di sekitarnya, baik asap yang dihembuskan perokok maupun asap dari ujung rokok yang menyala.
Perokok pasif tetap berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, karena asap rokok mengandung ribuan zat berbahaya seperti nikotin, karbon monoksida, dan zat karsinogen.
Bahkan, dalam beberapa kasus, risiko penyakit pada perokok pasif bisa sama atau lebih berbahaya dibanding perokok aktif jika terpapar dalam waktu lama.
Asap rokok mengandung zat beracun yang dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung.
Perokok pasif rentan mengalami batuk kronis, asma, bronkitis, hingga infeksi paru-paru.
Paparan asap rokok dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru meski tidak merokok.
Asap rokok dapat menyebabkan bayi lahir prematur, berat badan lahir rendah, hingga gangguan perkembangan janin.
Racun dalam asap rokok melemahkan sistem imun sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit.
Anak yang sering terpapar asap rokok berisiko mengalami infeksi telinga, pneumonia, dan asma.
Asap rokok dapat menyebabkan mata perih, tenggorokan kering, dan rasa tidak nyaman saat bernapas.
Paparan asap rokok terus-menerus dapat meningkatkan risiko penyakit kronis yang berujung pada kematian lebih awal.
Perokok pasif sama berbahayanya dengan perokok aktif karena menghirup asap rokok secara langsung. Oleh karena itu, penting untuk menghindari lingkungan berasap demi menjaga kesehatan diri dan keluarga. (Z-4)
Sumber: alodokter, siloamhospital
Kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko demensia seperti Alzheimer.
Meskipun tidak merokok, perokok pasif tetap terpapar zat berbahaya yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kanker paru-paru, penyakit Jantung hingga asma.
Ahli membagikan cara sederhana sehari-hari yang dapat membantu memperpanjang usia hingga sepuluh tahun. Salah satunya, hindari menjadi perokok aktif maupun perokok pasif.
Kanker paru-paru tidak hanya menyerang perokok. Asap rokok, polusi, asbes, radon, hingga faktor genetik dapat meningkatkan risikonya pada nonperokok.
Dampaknya, bisa mengalami gangguan pernapasan, penyakit jantung, kanker paru-paru, dan penurunan sistem imun. Anak-anak dan ibu hamil sangat rentan terhadap infeksi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved