Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi hujan sedang hingga lebat masih mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 9–15 Januari 2026.
Aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) yang terpantau aktif, ditambah kondisi La Niña lemah, dinilai meningkatkan risiko cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi.
Dalam sepekan terakhir, BMKG mencatat hujan ekstrem terjadi di Maluku Utara dengan intensitas mencapai 256,3 milimeter per hari. Sementara hujan sangat lebat juga tercatat di Papua Barat sebesar 114,6 milimeter per hari dan Jawa Barat 113,2 milimeter per hari.
BMKG menjelaskan, peningkatan curah hujan tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer, mulai dari La Nina lemah, aktivitas MJO yang aktif secara spasial, anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) negatif, hingga perambatan gelombang ekuator.
Kondisi itu mendukung pertumbuhan awan konvektif dan memperbesar peluang hujan lebat di berbagai wilayah.
“Analisis skala lokal juga menunjukkan atmosfer yang labil sehingga mendukung peningkatan aktivitas konvektif,” demikian keterangan BMKG, Jumat (9/1).
Untuk sepekan ke depan, BMKG menilai pengaruh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal masih signifikan. ENSO terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah, sehingga berpotensi meningkatkan pasokan uap air ke wilayah Indonesia.
Suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia juga memperkuat pembentukan awan hujan.
Secara spasial, MJO diprakirakan aktif melintasi sebagian besar wilayah Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Selain itu, kombinasi MJO, Gelombang Kelvin, dan Gelombang Rossby Ekuator teramati aktif di wilayah Papua Selatan dan perairan sekitarnya.
BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik di perairan barat Australia serta sejumlah daerah konvergensi dan konfluensi angin yang memanjang di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Laut Jawa, Sulawesi, hingga Papua. Kondisi ini dinilai dapat memperkuat pertumbuhan awan hujan.
Pada periode 9–11 Januari 2026, hujan ringan hingga lebat diperkirakan terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di antaranya untuk Sumatra Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
Sementara potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Maluku Tenggara, Kepulauan Riau, Papua Selatan, Bali, NTB, NTT, Jawa, serta Sulawesi Selatan.
Pada periode 12–15 Januari 2026, potensi hujan lebat masih berlanjut, terutama di Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Papua. Angin kencang juga berpeluang terjadi di Maluku, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, NTB, NTT, Jawa, Sulawesi, hingga Papua.
BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang cepat serta potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
“Masyarakat diharapkan berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut, dan udara, serta kegiatan luar ruang,” tulis BMKG.
Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui laman resmi BMKG, aplikasi InfoBMKG, serta layanan Digital Weather for Traffic (DWT) yang menyediakan prakiraan cuaca sepanjang jalur perjalanan. (Z-1)
BMKG memprediksi hujan masih melanda Indonesia hingga 27 April 2026, dari ringan hingga lebat disertai angin kencang. Waspadai potensi banjir dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.
Pakar IPB menjelaskan fenomena El Nino Godzilla, penyebab hujan di masa pancaroba, dan prediksi kemarau panjang selama enam bulan di Indonesia.
Jakarta ditetapkan masuk dalam kategori Siaga akibat potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat memicu gangguan aktivitas masyarakat serta risiko bencana hidrometeorologi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Maluku
BMKG menghimbau peningkatan kesiapsiagaan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di wilayah Kupang, Rote Ndao, Alor, dan Mamuju.
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
BMKG mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir pada siang-sore hingga awal Mei 2026, di tengah suhu panas yang bisa tembus 37°C di sejumlah wilayah.
BMKG memprediksi hujan lebat disertai petir di sejumlah wilayah Indonesia pada 25 April 2026. Simak daftar kota yang terdampak dan imbauan waspada.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor, terutama di wilayah perbukitan dan daerah dengan sistem drainase kurang baik.
BMKG keluarkan peringatan dini angin kencang di Jawa Barat dan hujan lebat di 11 wilayah Indonesia untuk 21 April 2026. Cek prakiraan cuaca lengkapnya.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat di Sumut pada Senin (20/4). Waspadai risiko banjir dan longsor di wilayah pegunungan dan lereng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved