Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Gizi Nasional (BGN) menyebut dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 200 siswa di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih dalam investigasi. Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan sedang menelusuri penyebab sejumlah siswa yang sakit.
"Penyebab siswa di NTT yang sakit sedang diinvestigasi oleh pihak terkait," kata Kepala BGN Dadan Hindayana saat dihubungi, Jumat (25/7).
Diberitakan, sebanyak 200 siswa dari SMP Negeri Kota Kupang, NTT, diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG Selasa (22/7). Para siswa mengeluhkan sakit perut, pusing, mual dan muntah. Ratusan siswa tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Umum SK. Lerik Kota Kupang, RS Siloam dan RS Mamami.
Dadan meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengedepankan keamanan makanan sebelum dibagikan kepada para siswa.
"SPPG tentunya harus sesuai prosedur pada maknana maupun sample makanan," ucapnya.
Selain itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) sedang melakukan pemeriksaan sampel MBG yang disimpan di SPPG untuk memeriksa sumber keracunan yang terjadi. (H-4)
Kepala BGN juga menyinggung pentingnya pembangunan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi dengan mencontohkan Jepang.
Menurut Dadan, kegiatan BGN yang ditangani oleh EO bukan sekadar acara seremonial saja, melainkan bagian dari strategi komunikasi publik terkait isu gizi nasional.
Presiden Prabowo Subianto gelar buka puasa bersama tokoh bangsa di Istana Merdeka. Bahas isu strategis, geopolitik, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG). Cek detailnya!
Hingga pertengahan Oktober 2025, pemerintah telah membangun 11.900 dapur MBG yang melayani 35,4 juta anak dan ibu hamil, atau sekitar 35% dari target nasional.
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengataka keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipicu oleh pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) SPPG
Pengamat mengkritik Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, program ini berpotensi gagal total karena pelaksanaannya amburadul dan meminta kepala BGN mundur
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved