Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Kebudayaan, Fadli Zon, mengharapkan agar melalui buku sejarah dapat menemukan kembali jati diri bangsa. Ia menjelaskan tentang penulisan ulang sejarah dan pembaruan dalam penulisan sejarah nasional yang menurutnya pekerjaan rumah besar Bangsa Indonesia.
Menurutnya hingga kini, Indonesia belum secara sistematis mendokumentasikan perjalanan bangsanya setelah reformasi.
"Terakhir, Buku Sejarah Nasional Indonesia disusun pada 1970-an oleh tim di bawah pimpinan Prof. Soekanto, sementara karya Indonesia dalam Arus Sejarah yang terbit pada 2012 belum mencakup perkembangan politik dan sosial dari era BJ Habibie hingga Joko Widodo," kata Fadli Zon dalam keterangannya, Minggu (6/7).
Selain ketertinggalan pembaruan, perspektif penulisan sejarah juga masih dipengaruhi sudut pandang kolonial.
"Kita perlu menggeser cara pandang tersebut ke arah yang lebih Indonesiasentris,” ujarnya.
Ia mencontohkan bagaimana Belanda menyebut agresi militer mereka sebagai aksi polisionil, sementara bagi bangsa Indonesia, itu jelas merupakan bentuk penjajahan.
Fadli Zon menjelaskan, menulis sejarah tidak hanya soal pencatatan peristiwa, tetapi juga bagian penting dari membangun identitas nasional. Dalam konteks ini, muncul seruan untuk melakukan menemukan kembali jati diri bangsa melalui narasi sejarah yang berpijak pada pengalaman dan karakter Indonesia sendiri.
"Sudah saatnya kita menulis ulang sejarah Indonesia bukan hanya sebagai catatan, tapi sebagai landasan untuk membentuk generasi yang memahami siapa dirinya dan ke mana bangsanya akan menuju," ujar politisi Partai Gerindra tersebut.
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan, menyampaikan bahwa sejarah tidak sekedar hanya hafalan dan lain sebagainya.
"Tapi kita punya ide-ide kreatif yang sebenarnya memiliki banyak peluang. Oleh karena itu, mari kita manfaatkan peluang itu sebaik mungkin," pungkasnya. (Iam/M-3)
Buku dengan total 10 jilid ini melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi
Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro (Undip), Singgih Tri Sulistiyono, sebut buku Sejarah Indonesia 2025 menjadi benteng identitas nasional.
Guru Besar Sejarah dan Kebudayaan Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Amelia Fauzia menilai, kehadiran buku ini sebagai capaian penting dalam penulisan sejarah nasional.
Menurut Arif, kendati Presiden Prabowo mungkin sudah mendapat laporan garis besar, isi atau substansi sejarah yang akan ditulis ulang belum tentu dipahami secara penuh.
Gugatan PB XIV Purboyo terkait penunjukan Tedjawulan sebagai pelaksana Keraton Surakarta dicabut di PTUN Jakarta.
Saat ini tim terkait penulisan buku tersebut yang rencananya juga akan dihadirkan dalam bentuk e-book itu, masih menyelesaikan urusan teknis
Fadli Zon juga menegaskan kebudayaan harus ditempatkan sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional.
MENTERI Kebudayaan, Fadli Zon, meresmikan pemugaran kompleks makam Raden Ngabehi (R Ng) Ranggawarsita di Desa Palar, Kecamatan Trucuk, Klaten, Rabu (21/1) malam.
Fadli Zon menegaskan bahwa penetapan ini merupakan wujud tanggung jawab negara dalam menjaga warisan masa lalu sekaligus memastikan keberlanjutannya sebagai ruang budaya yang aktif.
Upaya tersebut dilakukan untuk menghidupkan kembali nilai sejarah sekaligus mendorong pemanfaatan budaya sebagai kekuatan pembangunan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved