Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KAFEIN yang banyak terdapat dalam kopi dan teh telah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Bagi penderita diabetes, konsumsi kafein menimbulkan pertanyaan penting. Apakah kafein memberikan perlindungan atau justru menjadi ancaman bagi kesehatan mereka?
Sejumlah penelitian menunjukan penderita diabetes tipe 2 yang mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak akan sulit mengendalikan kadar gula. Kafein diduga mengganggu kerja hormon insulin, sehingga tubuh sulit menyerap gula dari darah ke dalam sel, yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi serius seperti kerusakan saraf dan ginjal.
Studi lain menyebutkan konsumsi kafein sekitar 200-250 mg (setara 1-2 cangkir kopi atau 3-4 cangkir teh hitam) sudah cukup meningkatkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2 karena menurunkan sensitivitas insulin. Setiap individu memiliki reaksi yang berbeda terhadap kafein, tergantung usia dan berat badan.
Di sisi lain, kafein juga mengandung polifenol, antioksidan yang dapat mengurangi risiko diabetes pada orang sehat dan membantu mencegah peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Kopi hitam tanpa gula bahkan disebut dapat menurunkan risiko diabetes berkat kandungan kafein dan antioksidannya yang meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, manfaat ini hanya berlaku jika kopi dikonsumsi tanpa tambahan gula dan dalam jumlah wajar.
Penderita diabetes disarankan membatasi konsumsi kopi tidak lebih dari 2 cangkir per hari dan teh tidak lebih dari 3 cangkir per hari, serta menghindari penggunaan gula berlebihan pada minuman tersebut. Pemantauan kadar gula darah secara rutin dan konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan untuk mengetahui respons tubuh terhadap kafein.
Kadar kafein tinggi dalam darah cenderung menjadi ancaman bagi penderita diabetes karena dapat meningkatkan kadar gula darah dan risiko komplikasi. Namun, konsumsi kafein dalam jumlah terbatas dan tanpa gula masih dapat memberikan manfaat antioksidan. Oleh karena itu, pengaturan konsumsi kafein yang bijak dan pengawasan medis sangat penting bagi penderita diabetes. (Alodokter/KlikDokter/Z-2)
Berdasarkan tinjauan besar (umbrella review) yang dirilis pada 2024, risiko tersebut meningkat sekitar 28 persen dibandingkan individu dengan golongan darah non-B. Meski demikian
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
golongan darah juga dapat memengaruhi risiko seseorang terkena diabetes tipe 2.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Golongan darah selama ini dikenal hanya menentukan kecocokan transfusi. Namun riset terbaru mengungkap fakta ternyata berkaitan langsung dengan risiko penyakit kronis.
Simak 5 cara efektif menjaga kadar gula darah tetap stabil, mulai dari pola makan hingga kelola stres, guna mencegah komplikasi diabetes sejak dini.
Sering kesemutan atau mati rasa? Jangan anggap sepele. Bisa jadi itu tanda neuropati perifer, gangguan saraf yang berbahaya jika dibiarkan.
Waspadai tanda perdarahan mata pada penderita diabetes. Kenali gejalanya dan lakukan pencegahan sejak dini untuk mencegah kebutaan.
Kontrol gula darah, tekanan darah, dan kolesterol untuk cegah stroke. Kenali gejala awal dan lakukan pencegahan sejak dini demi kesehatan otak dan tubuh.
Banyak orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan.
Langkah pertama dalam merawat luka diabetes adalah menjaga kebersihan luka setiap hari. Luka harus dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved