Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAKBIRAN Idul Adha merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam dalam rangka mengagungkan kebesaran Allah SWT. Momen ini ditandai dengan kumandang kalimat takbir, tahlil, dan tahmid yang menggema di masjid, musholla, hingga jalanan.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah: Kapan waktu pelaksanaan takbiran Idul Adha dimulai dan berakhir?
Berbeda dengan takbiran Idul Fitri yang hanya berlangsung selama satu malam, takbiran Idul Adha memiliki durasi yang lebih panjang. Dalam tradisi Islam, takbiran Idul Adha dimulai sejak setelah shalat Subuh pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan berakhir setelah shalat Ashar di hari ke-13 Dzulhijjah, yaitu hari terakhir dari Hari Tasyrik.
Dengan kata lain, takbiran berlangsung selama lima hari, yaitu:
Dalam pelaksanaannya, terdapat dua jenis takbir:
Yaitu takbir yang dibaca secara bebas kapan saja, tidak terikat waktu tertentu. Takbir mursal dimulai sejak malam 9 Dzulhijjah hingga akhir 13 Dzulhijjah.
Yaitu takbir yang dibaca setiap selesai shalat fardhu. Takbir ini dimulai sejak setelah shalat Subuh pada 10 Dzulhijjah (Hari Raya Idul Adha) hingga setelah Ashar pada 13 Dzulhijjah.
Takbiran saat Idul Adha termasuk sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan. Rasulullah SAW dan para sahabatnya terbiasa mengumandangkan takbir dalam menyambut hari-hari besar Islam.
Membaca takbir di hari-hari tersebut merupakan bentuk ibadah lisan untuk menunjukkan rasa syukur dan kebesaran Allah SWT.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallaahu wallaahu Akbar, Allahu Akbar wa lillaahil hamd.
Artinya: “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.”
Arab:
Latin:
Allahu Akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā. Lā ilāha illallāhu wa lā na'budu illā iyyāhu, mukhlishīna lahud-dīna walau karihal-kāfirūn. Lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa'dah, wa nashara 'abdah, wa a'azza jundahu, wa hazamal ahzāba wahdah. Lā ilāha illallāhu, wallāhu akbar, Allahu Akbar wa lillāhil hamd.
Artinya:
"Allah Maha Besar dengan kebesaran yang agung, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya, dengan memurnikan agama kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir membenci. Tiada Tuhan selain Allah semata, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan sekutu-sekutu-Nya sendiri. Tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar, Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah."
Takbiran Idul Adha dimulai sejak pagi Hari Arafah (9 Dzulhijjah) dan berakhir setelah Ashar pada 13 Dzulhijjah. Selama periode ini, umat Islam dianjurkan untuk terus mengumandangkan takbir, baik secara individu maupun berjamaah.
Amalan ini menjadi bentuk glorifikasi atas keesaan dan keagungan Allah SWT, serta sebagai pelengkap dalam menyambut Hari Raya Kurban.
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Rijalul mengungkapkan program Flash Sale Qurban ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat dalam berkurban.
Simak tips perencanaan keuangan kurban Idul Adha 2026 dari Dompet Dhuafa. Tersedia pilihan harga fleksibel untuk distribusi dalam dan luar negeri.
Anak-anak antusias melihat hewan kurban yang dijual di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Ia mengatakan pada awalnya sebanyak 21 ribu ekor sapi yang siapkan. Namun, di tengah perjalanan ada penambahan permintaan sebanyak 9.000 ekor sapi yang dikirim dari Sumbawa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved