Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BULAN Ramadan merupakan bulan istimewa bagi umat muslim dengan kewajiban menjalankan ibadah puasa dan melakukan perbaikan diri untuk kembali menjadi fitri.
Manfaat puasa, dilansir dari Perhimpunan Endoskopi Gastrointestinal Indonesia (PB PEGI), di antaranya meningkatkan kesehatan saluran cerna, serta berat badan dan kolesterol pun menurun.
Ahli Gizi LIGHThouse, klinik manajemen berat badan dari LIGHT Group Veronica mengatakan, “Bulan Ramadan ini pastinya merupakan momentum yang sangat ideal bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan terutama dengan adanya ibadah puasa. Untuk memastikan diet kita efektif dan sehat, pastinya kita harus memperhatikan jumlah dan makanan yang kita konsumsi baik saat sahur maupun berbuka.”
1. Sahur: Makanan Bergizi untuk Energi Seharian
Sahur adalah waktu makan yang sangat penting untuk menjaga stamina sepanjang hari. Untuk sahur disarankan untuk mengonsumsi:
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari makanan yang terlalu asin atau manis berlebihan karena dapat menyebabkan dehidrasi dan lonjakan gula darah yang cepat turun.
2. Berbuka Puasa: Konsumsi Secara Bertahap
Berbuka dengan makanan yang sehat sangat penting agar tubuh tidak kaget setelah seharian berpuasa. Idealnya, berbuka diawali dengan:
3. Pola Makan Setelah Tarawih
Jika masih merasa lapar setelah tarawih dan sebelumnya belum mengonsumsi makanan berat, disarankan mengonsumsi makanan rendah kalori.
LIGHTmeal Zero Mie dapat menjadi santapan malam dengan tambahan protein ayam dan sayur dalam sajian, dengan hanya 25 kalori per sajian, tidak perlu khawatir over-calorie saat mengonsumsi Zero Mie.
4. Hindari Makanan Berminyak dan Gorengan
Tentunya sajian bersantan, berminyak dan gorengan cukup menggiurkan saat berbuka puasa, namun memiliki risiko memperlambat metabolisme dan menyebabkan gangguan pencernaan dan memperburuk kualitas tidur.
Untuk mencegah konstipasi saat menjalani puasa, dapat mengonsumsi minuman tinggi serat untuk memenuhi kebutuhan serat harian saat puasa, seperti LW12 Litofybe, karena mampu mendetoks lemak dan karbo berlebih dari makanan tinggi lemak dan karbohidrat seperti gorengan.
LW12 Litofybe mengandung soluble fiber (serat larut) dan L-Carnitine yang dapat mengikat makanan berlemak dan berkarbohidrat tinggi, disarankan dikonsumsi saat malam hari sebelum tidur untuk melancarkan metabolisme dan meredakan gangguan konstipasi.
LIGHTmeal merupakan rangkaian produk makanan diet siap saji dari LIGHT Group yang memiliki nilai gizi yang baik dan kalori yang terkontrol. Dengan menerapkan pola makan yang seimbang serta memilih makanan yang baik untuk tubuh selama bulan Ramadan, masyarakat tidak hanya dapat menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga dapat menjalani ibadah puasa dengan nyaman dan memaksimalkan manfaat spiritual dari ibadah puasa. (Z-1)
Pemerintah mengklaim harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 lebih stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved