Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
UMAT muslim sedang bersiap menyambut perayaan Idul Adha. Salah satu yang menjadi kekhasan hari raya ini adalah kegiatan pemotongan hewan kurban yang biasanya berupa sapi, kambing, domba hingga kerbau. Dalam ajaran Islam, berkurban tidak hanya sekedar menyembelih hewan, tetapi juga harus memilih yang sesuai syariat.
Pemilihan hewan kurban yang berkualitas ini menjadi hal yang esensial, karena menjadi simbol pengorbanan dan ketulusan hati seorang muslim kepada Allah SWT.
Dosen Prodi Perternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Ir. Ali Mahmud, S.Pt., M.Pt menjelaskan pentingnya mematuhi tata cara dan syariat Islam agar mendapatkan hewan dengan kualitas daging yang baik serta kondisi fisik dan biologis yang prima.
Baca juga : Jelang Idul Adha, Pemkot Tangsel Pastikan 3.388 Hewan Kurban Bebas PMK
"Ini juga sebagai upaya menjaga kesehatan masyarakat, terutama para penerima hak dengan memastikan hewan bebas dari penyakit. Terutama yang dapat menular dari hewan ke manusia. Ini harus menjadi prioritas," kata Ali seperti dilansir dari situs resmi UMM, Senin (10/6).
"Selain itu, etika dan kesejahteraan ternak juga harus diperhatikan untuk menghasilkan daging yang baik dan memastikan perlakuan yang layak bagi hewan," tambahnya.
Menurut syariat Islam, hewan yang boleh dijadikan kurban adalah unta, sapi, kambing atau domba. Setiap jenis hewan memiliki syarat usia minimal yang harus dipenuhi. Usia ini menjamin bahwa hewan tersebut telah mencapai kematangan dan ukuran yang layak untuk dijadikan kurban.
Baca juga : Panitia Kurban: Pengertian, Rukun, dan Tugasnya
“Umur ternak harus memenuhi syarat yang ditentukan. Untuk sapi, usia minimal adalah 1,5 tahun atau dapat dilihat dari gigi serinya, jika sudah lengkap, sapi tersebut layak untuk dipotong. Domba atau kambing harus berusia minimal satu tahun,” ungkapnya.
Hal-hal yang Perlu Diperhatikan
Ada beberapa ciri-ciri yang harus diperhatikan untuk memastikan hewan kurban berkualitas, yakni harus dalam kondisi sehat, tidak sakit dan tidak memiliki cacat fisik. Karena hewan yang sakit atau cacat dianggap tidak sempurna untuk ibadah kurban.
Baca juga : Syarat Hewan Kurban dari Kualitas, Kuantitas, dan Urutan Keutamaan
“Kesehatan ternak kurban harus diperiksa melalui catatan riwayat dan kondisi kesehatannya, memastikan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK), LSD (Lumpy Skin Disease) dan penyakit menular lainnya, serta sudah divaksin. Ternak harus sehat, tidak sakit, tidak cacat fisik, tidak buta atau memiliki masalah penglihatan, tidak pincang atau memiliki masalah berjalan dan tidak terlalu kurus sehingga memiliki cukup daging," ucap Ali.
Selain itu, perawatan hewan sebelum penyembelihan juga sangat penting. Hewan harus diberikan makanan yang cukup, tempat yang bersih dan perawatan kesehatan yang memadai. Sehingga hewan terlihat segar pada saat kurban.
"Jika melihat dari segi perilaku hewan harus menunjukkan perilaku normal dan tidak stres. Misalnya hewannya agresif atau susah diatur. Ternak harus menunjukkan nafsu makan yang baik pula,” lanjutnya.
Dengan memperhatikan kriteria-kriteria di atas, seseorang dapat memastikan hewan yang dipilih untuk kurban memenuhi syarat. Selain itu juga layak untuk dijadikan kurban sesuai dengan ajaran Islam.(M-3)
Pemprov Jateng mengintensifkan vaksinasi hewan ternak melalui program Healing untuk mengantisipasi wabah PMK jelang Idul Adha dan menjaga stok hewan kurban.
DINAS Pertanian dan Perikanan Pekanbaru memastikan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kota Pekanbaru pada momen Idul Adha 1446 H dalam kondisi sehat. Sapi simental berbobot nyaris 1 ton
Rijalul mengungkapkan program Flash Sale Qurban ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat dalam berkurban.
Simak tips perencanaan keuangan kurban Idul Adha 2026 dari Dompet Dhuafa. Tersedia pilihan harga fleksibel untuk distribusi dalam dan luar negeri.
Anak-anak antusias melihat hewan kurban yang dijual di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten.
Ia mengatakan pada awalnya sebanyak 21 ribu ekor sapi yang siapkan. Namun, di tengah perjalanan ada penambahan permintaan sebanyak 9.000 ekor sapi yang dikirim dari Sumbawa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved