Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SOSIOLOG Universitas Nasional (Unas) Prof. Sigit Rochadi menilai fenomena generasi Z atau penduduk usia muda (15-24 tahun) yang tidak berada dalam dunia pendidikan sekolah/pelatihan/kursus/training) atau tidak terserap pasar kerja disebabkan oleh adanya faktor peralihan sistem pekerjaan dari konvensional ke digitalisasi.
“Bahwa yang diharapkan oleh generasi Z adalah bekerja di bidang digital, tapi sayangnya mereka tidak mendapatkan pelatihan atau pembekalan digital yang memadai sehingga mereka berada dalam kondisi anomali, peluang kerja sangat kecil, tetapi mau melanjutkan pendidikan jug terkendala biaya yang mahal,” jelasnya saat dihubungi Media Indonesia di Jakarta pada Jum’at (17/5).
Sigit menjelaskan generasi Z juga menjadi korban dari sistem pendidikan yang tidak link mach atau tidak adanya keterkaitan antara jurusan dan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia industri. Dikatakan bahwa generasi Z tersebut umumnya berasal dari keluarga ekonomi bawah.
Baca juga : Sosiolog : Gen Z Pengangguran Karena Masa Peralihan Industri
Baca juga : Bernalar Berdaya, Berdayakan Pemuda lewat Pendekatan Komunitas
“Biasanya mereka berasal dari keluarga kelas ekonomi bawah dengan orang tua yang bekerja di sektor informal dan berpendidikan rendah. Sehingga orang tua tidak punya wawasan mengarahkan anaknya kemana sehingga diharapkan mengikuti jejak orang tua tapi mereka tidak tertarik, sebagian dari mereka juga merupakan yang putus sekolah,” ungkapnya.
Sigit mengungkapkan jika kondisi ini tidak diatasi dengan segera maka akan terjadi potensinya kerugian ekonomi hingga kerusakan sosial di masyarakat. Untuk itu menurutnya, pemerintah harus segera memperhatikan kondisi pendidikan kejuruan, menekan biaya pendidikan tinggi hingga membiayai berbagai pelatihan.
“Jika hal ini dibiarkan maka angka pengangguran akan semakin besar, lalu terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi dan berdampak pada terjadinya krisis ekonomi. Jika sudah begitu, akan muncul potensi terjadinya ketidakstabilan sosial, dimana anak muda akan menyalurkan kekecewaan mereka pada perilaku kekerasan dan tindak kriminal,” jelasnya. (Z-8)
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem menyatakan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh membutuhkan dukungan besar dari pemerintah pusat.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tahun 2026 di Depok, tercatat sebesar 6,52 persen. Angka pengangguran di Depok didominasi oleh anak muda usia 15-29 tahun.
BSKDN Kemendagri memperkuat peran strategisnya dalam mendukung peningkatan kualitas tata kelola pemerintahan daerah, khususnya dalam upaya penurunan tingkat pengangguran.
PENURUNAN tingkat pengangguran nasional tidak serta-merta mencerminkan perbaikan kualitas pasar kerja.
BADAN Pusat Statistik (BPS) menyampaikan bahwa penduduk bekerja pada November 2025 tercatat sebesar 147,91 juta orang.
Baznas RI bersama PT Paragon Technology and Innovation kembali memberikan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat zakat (mustahik) di Kabupaten Kendal dan Kabupaten Semarang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved