Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT Indonesia diharapkan mampu memahami gejala Multiple Myeloma, yang merupakan salah satu jenis kanker darah dan dapat menyerang sel plasma di sumsum tulang belakang.
"Penting untuk tahu gejala Multiple Myeloma agar segera melakukan pemeriksaan pasien dan mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi dan Onkologi Medik Ralph Girson Gunarsa, dikutip Sabtu (18/11).
Ia mengatakan gejala Multiple Myeloma umumnya tidak spesifik seperti misalnya nyeri punggung yang sering dialami, nyeri dada, sakit perut, dan tidak selalu berupa rasa nyeri pada tulang.
Baca juga: Eks PM Italia Berlusconi Didiagnosa Kanker Darah
Menurutnya, pasien perlu waspada akan nyeri yang persisten dan tidak dapat dijelaskan, merasa tidak sehat secara umum atau kondisi anemia yang penyebabnya tidak diketahui.
"Jika memiliki gejala-gejala seperti nyeri yang cukup lama dan tidak dapat dijelaskan, kemudian sering merasa tidak sehat dan penyebabnya tidak diketahui, maka segeralah untuk melakukan pemeriksaan Myeloma," ujarnya.
Multiple Myeloma dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti gangguan pada tulang, seperti nyeri tulang, tulang keropos, dan tulang patah, mudah terkena infeksi, anemia, dan trombositopenia serta gagal ginjal apabila tidak lekas ditangani.
Baca juga: Gejala Kanker Darah Sulit Dikenali
Kondisi tersebut terjadi saat sel-sel plasma yang tidak normal tumbuh dan berkembang secara berlebihan, sehingga mengganggu sel-sel yang sehat di sekitarnya.
"Sel-sel kanker ini juga memproduksi antibodi abnormal yang tidak bisa berfungsi untuk melindungi tubuh. Penumpukan antibodi abnormal bisa merusak organ tertentu, seperti ginjal, tulang, dan sistem saraf," ujar Ralph.
Menurut dia, risiko Multiple Myeloma meningkat seiring bertambahnya usia dan umumnya tidak dapat disembuhkan.
"Sekitar setengah dari pasien yang baru terdiagnosa tidak dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun dan sekitar satu dari sepuluh pasien dengan Multiple Myeloma akan meninggal dalam waktu kurun waktu satu tahun setelah didiagnosa," katanya.
Secara global terjadi peningkatan kasus Multiple Myeloma sebanyak 126% dari 1990 hingga 2016.
Australasia, Amerika Utara, dan Eropa Barat merupakan tiga wilayah dunia dengan tingkat kejadian Multiple Myeloma tertinggi.
Multiple Myeloma terjadi terhadap enam sampai dengan tujuh orang per 100.000 penduduk setiap tahunnya di dunia.
"Kanker darah itu menyumbang 10% dari total keganasan hematologi dan menempati peringkat kedua setelah kanker limfoma untuk penyakit keganasan darah yang paling sering terjadi," pungkas Ralph. (Ant/Z-1)
Menurut data Global Cancer Observatory 2022, tercatat 3.258 kasus baru dan 13.067 kematian akibat multiple myeloma di Indonesia.
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved