Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERCAKAPAN warganet di media sosial sejak awal Ramadan 1444 Hijriah (H) tengah ramai diperbincangkan. Mereka, mendebat tentang anjuran konsumsi oralit sebagai pencegah haus saat berpuasa.
‘Konsumsi oralit itu disarankan saat sahur, sehingga tubuh terhindar dari haus,’ demikian isi salah satu klaim yang beredar di media sosial.
Di tengah kontroversi penggunaan oralit sebagai doping puasa, muncul pula fenomena ‘panic buying’. Alhasil, stok oralit di pasaran menjadi langka.
Baca juga: Meski Puasa, Pengaturan Pola Makan Harus Tetap Dijalankan
Banyak juga masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga obat untuk dehidrasi dan penderita diare itu. Lantas, benarkah oralit dapat membantu orang yang berpuasa terhindar dari haus? Tangkapan layar narasi hoaks yang menyatakan Oralit bantu cegah haus saat puasa (Twitter).
Menanggapi hal ini, Dokter Telinga Hidung Tenggorok (THT) Muslim Kasim menjelaskan, oralit tidak bisa mencegah haus saat berpuasa. Narasi tersebut keliru.
"Sifatnya Oralit adalah oral rehydration (larutan rehidrasi). Jadi kalau kita mengalami dehidrasi maka kita mengonsumsi oralit, tapi bukan untuk mencegah haus!," demikian isi keterangan dokter Muslim Kasim yang dimuat di akun Instagram resminya @dr.muslimkasim pada Jumat (24/3).
Baca juga: Lebih Baik Pilih Buah Kala Berbuka Puasa Ketimbang Makanan Manis
Dokter dengan akun Instagram terverifikasi itu bahkan memperingatkan adanya efek samping bagi tubuh, jika terlalu banyak mengonsumsi obat dengan bahan campuran gula dan garam tersebut. Terutama bagi penderita diabetes dan hipertensi.
"Oralit jika dikonsumsi berlebihan padahal tubuh tidak kekurangan elektrolit atau tidak mengalami dehidrasi selama puasa justru bisa berbahaya. Minum oralit berlebihan dapat menyebabkan kadar elektrolit dalam tubuh lebih tinggi dari ambang normal dan menyebabkan mual muntah serta mengganggu kesehatan," ujar Muslim. (Z-10)
Pakar kesehatan olahraga menyarankan transisi bertahap saat kembali berolahraga usai Lebaran untuk menghindari cedera dan detraining effect.
Memaksakan diri kembali ke porsi normal atau lebih tinggi secara mendadak meningkatkan risiko mulai dari cedera sampai terkena sindrom overtraining
Konsumsi makanan dengan kadar gula maupun garam tinggi dapat menyebabkan kulit kehilangan hidrasi dan menjadi lebih kering.
Suasana lingkungan yang kondusif hanya bisa tercipta jika terdapat hubungan harmonis antar pemeluk agama.
Jika kondisi tidak mereda dan terjadi gejala berat yang ditandai dengan nyeri ulu hati sangat hebat disertai muntah atau sesak napas, maka sebaiknya jangan memaksakan diri berpuasa.
puasa tidak hanya membawa spirit ilahiah, melainkan juga memiliki konstruksi nilai dan orientasi insaniyah.
Pemerintah mengklaim harga barang kebutuhan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026 lebih stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Momentum Ramadan mendorong spektrum belanja yang lebih luas—dari kebutuhan harian hingga pengeluaran yang lebih aspiratif.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Human Initiative terus melakukan evaluasi dalam setiap pelaksanaan program.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved