Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir hadir pada Hari Bermuhammadiyah 3 sekaligus dalam rangka meresmikan Masjid KH. M. Yunus Anis di Gedung Cendekia Center Universitas Muhamamdiyah Jakarta, Sabtu (15/10).
Haedar menandatangani prasasti peresmian masjid dan disaksikan oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Wakil Ketua MPR RI Muhammad Hidayat Nur Wahid, Sekretaris BPH UMJ Agus Suradika, Direktur Trans Jakarta M. Yana Aditya, Rektor UMJ Ma’mun Murod beserta jajarannya, dan seluruh civitas akademika UMJ.
Nama KH. M. Yunus Anis sebagai nama masjid diinisiasi oleh Rektor UMJ Ma’mun Murod. Yunus Anis merupakan tokoh Muhammadiyah yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum periode 1959-1962.
“Saya sangat senang hari ini, bisa duduk bersama merayakan Hari Bermuhammadiyah bersama orang-orang hebat. Dalam rangka peresmian masjid ini saya sangat berterima kasih kepada seluruh civitas yang hadir dan menyaksikan peresmian ini," jelas Ma'mun.
Pada kesempatan tersebut, di hadapan civitas akademika UMJ dan 243 mahasiswa Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka dari seluruh Indonesia, Haedar mengatakan, mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki Almamater Pride atau Muhammadiyah Pride. Mahasiswa universitas Muhammadiyah patut berbangga karena menjadi bagian dari 172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah yang berkualitas dan berdaya saing.
Muhammadiyah sudah menjalani kehidupan berdakwah lebih dari 1 abad, mengajak orang untuk tu’minuna billah atau transendensi yakni dakwah mengembangkan misi tajdid. Dakwah Muhammadiyah yang dahulu menemui tantangan berupa tentangan dari masyarakat, kini tumbuh menjadi gerakan yang melembaga begitu kuat.
“Tidak ada organisasi yang kuat sistem kelembagaannya dan menyebar luas kecuali Muhammadiyah,” kata Haedar.
Haedar menjelaskan, Muhammadiyah menampilkan Islam sebagai diinul amal yakni agama yang melahirkan perbuatan dan amaliyah nyata yang membawa kemajuan hidup. Amaliah yang bukan hanya bermanfaat bagi umat Islam tapi juga seluruh bangsa Indonesia tanpa memandang suku, agama, dan ras tertentu.
Baca juga : Gerakan Nasional Revolusi Mental, UNJ Gelar Keriaan Budaya Betawi
“Muhammadiyah di NTT punya Universitas Muhammadiyah Kupang yang 80% mahasiswanya Kristen dan Katolik. Saat ini jumlahnya 7000 mahasiswa,” kata Haedar menjelaskan tentang dakwah amaliyah Muhammadiyah di bidang pendidikan.
Berkenaan dengan peresmian masjid, Haedar menjelaskan, masjid memiliki banyak fungsi. Masjid sebagai tempat ibadah mahdhah yang memenuhi kebutuhan ruhaniah. Hubungan antara manusia dengan Tuhan yakni habluminallah akan selalu terjaga sebagai sumber kehidupan. Masjid juga menjadi tempat untuk memikirkan masa depan umat yakni yang berhubungan dengan relasi sosial atau habluminannas.
“Dari masjid kita bisa bermusyawarah memperbincangkan masa depan urusan-urusan muamalah, tapi secara khusus masjid adalah simbol dari ruhani keislaman kita,” kata Haedar.
Haedar juga menegaskan agar setelah dibangun dan diresmikan, sudah sepatutnya menjadi tugas bersama dalam memakmurkan masjid.
“Maka ditegaskan bahwa yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Tentu iman bukan sekedar iman, tapi iman yang melahirkan ruhani kesalehan dan mengakui kekuasaan Allah,” ungkap Haedar.
Selain itu, masjid juga harus menjadi pusat membangun kekuatan. Haedar menjelaskan, akhlak dan moral adalah hal utama yang dapat menjadi modal utama untuk membangun bangsa. Apabila masjid dapat difungsikan dengan baik maka akhlak dan moral yang terbentuk dalam diri masyarakat akan kuat, sehingga tidak ada lagi tindakan korup.
Peresmian Masjid KH. M. Yunus Anis merupakan bagian dari acara Hari Bermuhammadiyah 3 yang dimeriahkan dengan Kick Off Pertandingan Liga HW, Peresmian Badminton Hall UMJ, Konsultasi Hukum Gratis, Book Corner, dan Bazzar. Hari Bermuhammadiyah 3 rutin digelar 2 bulan sekali dengan melibatkan seluruh civitas akademika UMJ sebagai pelaksana, penggembira, dan penyemarak sebagai dakwah dengan budaya. (RO/OL-7)
Publikasi kegiatan, prestasi, dan penelitian UMJ melalui website resmi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan digital, termasuk di mata mesin pencari dan teknologi berbasis AI.
Chairul Huda menilai kasus kekerasan anggota Brimob di Tual berakar pada persoalan police culture dan lemahnya kontrol penetapan tersangka dalam sistem peradilan pidana.
Prof Sri Yunanto memaparkan visi besar Indonesia pada satu abad kemerdekaannya. Ia menetapkan sejumlah indikator utama yang menjadi syarat mutlak terwujudnya Indonesia Emas 2045.
UMJ membantah keras isu ‘mahar aksi’ dalam demonstrasi BEM soal sampah Tangsel. Kampus menilai tudingan tersebut menyesatkan dan tidak berdasar.
KEBEBASAN berpendapat di media sosial menjadi salah satu wujud nyata demokrasi di era digital.
Universitas Muhammadiyah Jakarta meraih Silver Winner Anugerah Humas Diktisaintek 2025 kategori Laman Website, menegaskan komitmen UMJ dalam komunikasi publik digital.
Kehadiran Masjid Nurlaila menjadi oase bagi masyarakat Dusun Naga yang selama ini beribadah dalam keterbatasan.
Seorang pengusaha rokok, Muhammad Suryo, mewujudkan nazar pribadi dengan membangun masjid di lokasi kecelakaan yang merenggut nyawa istrinya di Desa Palihan, Temon, Kabupaten Kulonprogo.
Mosaic menggelar Rapat Koordinasi Wakaf dan Sedekah Energi di Jakarta, mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat sipil (CSO), hingga lembaga filantropi Islam.
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, meresmikan Masjid As-Sholihin Yokohama di Jepang. Masjid ini dibangun dari wakaf 1 juta muslim lintas negara.
Pembangunan masjid darurat tersebut dilakukan sebagai respons atas kebutuhan mendesak masyarakat akan sarana ibadah di tengah situasi konflik yang berkepanjangan.
Paket bantuan natura berupa pengharum ruangan senilai Rp116.867.500 yang akan disalurkan di wilayah Jakarta sebanyak 100 masjid, dan Sumatra 50 masjid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved