Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Air Susu Ibu atau ASI merupakan sumber gizi pertama dan utama bagi bayi. Sehingga para ibu dianjurkan untuk hanya memberikan ASI kepada bayi setelah selama enam bulan pertama yang kerap disebut sebagai ASI ekslusif untuk mencapai pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan yang optimal.
Selanjutnya, ASI tetap diberikan kepada bayi hingga mereka berusia 24 bulan atau 2 tahun dengan ditambah MP-ASI (Makanan Pendamping ASI) yang bergizi.
Bukan hanya berperan sebagai makanan, ASI yang diberikan secara eksklusif selama 6 bulan pertama kehidupan dapat mencukupi kebutuhan gizi bayi untuk tumbuh dan berkembang. Manfaat ASI pada bayi bahkan akan berdampak hingga ia beranjak dewasa.
Early Childhood Education and Development (ECED) Specialist Tanoto Foundation, Maria Theresia Asa menjelaskan, ASI mengandung gizi lengkap yang terdiri dari karbohidrat, garam mineral, dan vitamin.
“ASI mengandung beragam kandungan dan unsur sumber daya yang dibutuhkan bayi. ASI memiliki fungsi menjaga, memperkuat kekebalan tubuh bayi lebih baik karena ASI mengandung faktor-faktor protektif yang terdiri dari antibodi, sel-sel darah putih, enzim dan harmoni tertentu,” tutur Maria.
Selain itu juga, melalui pemberian ASI, anak dapat menjalin kelekatannya dengan Ibu yang akan mempengaruhi tumbuh kembang anak.
“ASI yang diberikan pada anak usia 0-6 bulan mampu mencukupi seluruh kebutuhan energi anak sedangkan untuk anak usia 6-12 bulan, ASI mampu mencukupi sekitar setengah kebutuhan energi anak dan setengahnya lagi dapat diperoleh dari MP-ASI. Namun yang perlu diingat orangtua adalah MP-ASI berfungsi hanya sebagai pelengkap, bukan menggantikan ASI,” sambungnya.
Baca juga :
Dikutip dari laman Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan, berikut beberapa manfaat pemberiaan ASI Ekslusif.
Bagi Bayi:
Bagi Ibu:
Setiap tahunnya, Pekan ASI Sedunia atau World Breastfeeding Week dirayakan selama satu minggu yakni pada 1 Agustus hingga 7 Agustus. Tahun ini mengangkat topik dengan tajuk ‘Step up for Breastfeeding: Educate and Support’ atau ‘Langkah untuk Menyusui: Edukasi dan Dukungan'.
Hal itu menjadi pengingat bagi berbagai pihak termasuk pemerintah, organisasi swasta, dan masyarakat untuk bersama-sama berperan dalam melindungi, mempromosikan, dan mendukung gerakan pemberian ASI, khususnya ASI ekslusif.
Bersama-sama mari dorong terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman, meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya menyusui dan manfaatnya sehingga dapat mencetak generasi Indonesia maju. (RO/OL-7
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Memperingati Pekan ASI Sedunia 2025, Kalbe Nutritionals melalui Prenagen kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ibu menyusui di Indonesia.
Selain dikenal sebagai ASI Booster berkualitas tinggi, Mom Uung juga menghadirkan Pompa ASI Mom Uung yang kini menjadi favorit dan dikenal sebagai pompa ASI nomor 1 di Indonesia.
Penyediaan konselor ASI di tempat kerja mendesak dilakukan mengingat jumlah perempuan yang bekerja terutama di sektor industri, semakin banyak.
Proses menyusui yang tidak lancar sering kali karena ibu tidak mempersiapkan dirinya dari awal dan tidak percaya diri.
Waktu yang tepat untuk melakukan terapi akupuntur bagi ibu menyusui, dari 1x24 jam setelah ibu melahirkan akupuntur untuk ASI sudah bisa dilakukan.
SPESIALIS akupuntur medik dr. Newanda Mochtar, Sp.Akp mengimbau para suami turut berperan aktif mendukung istri memberi ASI eksklusif bagi bayinya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved