Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH meminta layanan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) ditingkatkan agar semakin luas menjangkau masyarakat pemberi dan penerima zakat.
Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyebutkan, pemerintah berharap agar Baznas terus menciptakan dan melaksanakan program pengelolaan dana zakat, mulai dari perencanaan hingga pelaporan, yang didasarkan pada data nasional yang terstandardisasi dan terintegrasi, serta didukung oleh kemajuan teknologi digital.
“Sehingga layanan Baznas semakin efektif, efisien, dan tepat sasaran,” kata Ma’ruf saat memberikan testimoni dalam Baznas Award 2022 yang digelar secara daring dan luring, Senin (17/1).
Ma’ruf menjelaskan, selama 21 tahun perjalanannya, Baznas telah memainkan peran yang strategis di bidang pengelolaan dana sosial syariah, sebagai bagian dari upaya kolaboratif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, dana filantropi syariah nasional memiliki potensi yang sangat besar,” ujarnya.
Menurut Ma’ruf, dana sosial syariah bisa dimanfaatkan untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan sosial-ekonomi nasional yang saat ini tengah dihadapi masyarakat Indonesia. Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan antara lain upaya mengatasi permasalahan sosial akibat pandemi covid-19, permasalahan kemiskinan terutama kemiskinan esktrem, serta meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat, utamanya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Untuk mewujudkan kemanfaatan tersebut, dibutuhkan tata kelola yang baik, yang tidak terlepas dari peran Baznas sebagai lembaga yang berwenang mengelola zakat dan dana sosial syariah nasional lainnya sesuai amanat undang-undang. Karena itu, saya berharap Baznas terus amanah dalam menjalankan tugas dan fungsinya,” tandas Wapres. (P-2)
Program Beasiswa Cendekia Baznas merupakan salah satu program unggulan yang dirancang untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Penguatan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di kantor perwakilan RI di luar negeri merupakan langkah strategis untuk memperluas jangkauan penghimpunan ZIS.
Baznas disebutnya juga akan fokus pada standardisasi ukuran keberhasilan program yang mengacu pada data statistik nasional seperti yang diterapkan oleh BPS.
Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan, penguatan kolaborasi antara Baznas dan LAZ menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi zakat yang besar di Indonesia.
Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, RI memiliki potensi luar biasa menjadi pusat ekonomi syariah internasional.
Arah kebijakan Baznas ke depan termasuk target pengumpulan zakat nasional yang ditetapkan mencapai Rp160 triliun dan Baznas pusat sebesar Rp10 triliun pada 2031.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved