Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Perabotan maupun benda-benda yang terbuat dari besi sangat rawan berkarat. Karat bisa terjadi karena besi mengalami oksidasi, sehingga besi menjadi warna kuning dan mengeluarkan bau yang khas. Besi bisa berkarat umumnya disebabkan karena air dan udara lembab. Besi berkarat sangat berbahaya jika terjadi pada perabotan atau benda yang sering digunakan oleh manusia.
Misalnya pada sendok, jika tertelan manusia atau anak-anak memberikan efek samping seperti menelan racun. Begitupun di saat pandemi ini seringkali kita menggunakan disinfektan untuk membersihkan udara dan ruangan, namun perlu cermat dalam memilih disinfektan dan hindari bahan kemasan yang terbuat dari kaleng. Karena kandungan atau cairan dalam pewangi maupun cairan disinfektan dapat terkontaminasi dan bereaksi dengan kemasan berkarat yang menjadi sangat berbahaya bagi pernafasan. Karat yang masuk ke dalam pernafasan pencernaan akan mengakibatkan sesak nafas, mual, muntah, diare bahkan demam.
Jika merasakan gejala tersebut, sebaiknya langsung mendatangi dokter untuk mendapat pertolongan. Untuk mencegahnya, gunakan disinfektan yang berkemasan alumunium dan mengganti perabotan atau benda-benda di rumah yang sudah berkarat dengan yang baru.
Selain itu, bisa menghindari mengonsumsi makanan kemasan yang terbuat dari kaleng. Sebab, bahan ini cenderung korosi pada permukaannya. Untuk lebih mengetahui bahaya karat pada manusia, simak ulasan di bawah ini.
1. Keracunan hingga kanker
Kebanyakan peralatan memasak terbuat dari besi. Jika berkarat, tidak menutup kemungkinan bisa tertelan lewat makanan yang dimasak menggunakan alat yang berkarat tersebut.
Keracunan karat tak sebatas tanda-tanda umum seperti yang disebutkan di atas, namun dapat mengakibatkan banyak masalah kesehatan seperti gangguan ginjal dan menyebabkan kanker.
2. Merusak perabotan
Perabotan maupun peralatan rumah tangga yang berkarat akan menjadikannya rapuh dan lapuk. Maka mengakibatkan peralatan ini rusak dan berbahaya. Sebaiknya segera ganti perabotan ketika mendapati mereka telah berkarat.
3. Mencemari kualitas air
Bila menggunakan pipa atau kran dengan material besi, kemungkinan berkarat bisa terjadi. Karat ini akan larut dalam air yang melintasi pipa dan kran tersebut.
Jika sudah begitu, air yang melewati karat tersebut akan tercemar sehingga air sudah tak sehat lagi. Untuk menghindari pipa berkarat, sebaiknya melapisinya dengan cat atau bahan yang aman lainnya.
4. Kelebihan zat besi
Jika karat kotor dan mengandung kuman dan tertelan manusia, maka akan menyebabkan gejala seperti di atas yakni diare, sakit perut, mual, muntah, demam dan lainnya. Namun jika tertelannya dalam jumlah yang banyak dan terus menerus, bisa terjadi kelebihan zat besi yang dapat menyebabkan hemokromatosis, konstipasi (susah buang air besar), BAB hitam dan gejala lainnya bahkan bisa timbul gejala keracunan logam yang lebih berat. (OL-12)
Jeni memang tercatat sebagai pemegang gelar Puteri Indonesia Riau 2024. Namun, posisi tersebut dinilai membawa tanggung jawab besar.
Studi Herbalife mengungkap 88 persen konsumen Indonesia rutin konsumsi suplemen, namun banyak yang belum memahami dosis aman dan risiko interaksi obat.
Kenali perbedaan bakteri, virus, jamur, dan protozoa serta cara efektif memutus rantai penyebaran kuman demi menjaga kesehatan tubuh.
Menjelang Hari Buruh, laporan Indonesia Health Insights Q2 2026 mengungkap telekonsultasi mampu tangani 95 persen kasus medis dan tekan biaya kesehatan hingga 15 persen.
Sering memangku laptop? Hati-hati, kebiasaan ini bisa memicu gangguan kulit, masalah kesuburan, hingga nyeri punggung. Simak penjelasan medis dan tips aman.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Kesehatan kembali menorehkan prestasi membanggakan ditingkat nasional dengan meraih penghargaan sebagai Kota Unggul dalam Inovasi ibu dan anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved