Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Anak yang sudah berusia di atas dua tahun tak perlu lagi mendapatkan asupan susu termasuk yang diklaim bagus untuk pertumbuhan, menurut dokter sekaligus konsultan laktasi Utami Roesli.
"Sampai usia dua tahun memang diperlukan makanan cair. Kalau sudah mendapatkan ASI sampai dua tahun, kenapa ribut-ribut usia dua tahun ke atas perlu diberi susu formula?," tutur dia di sela "Peluncuran Dokumen Bahaya Terselubung Makanan Ultra Proses" via daring, Jumat (29/1).
Menurut Utami, susu formula mengandung gula tinggi sehingga ketimbang menambahkan susu formula, ibu bisa tetap memberikan ASI pada anak mereka apabila masih memungkinkan.
Hasil temuan dari Hellen Keller Indonesia (HKI) setelah menganalisis 100 susu pertumbuhan yang beredar di Indonesia pada Januari 2017-Mei 2019 memperlihatkan sebanyak 98 persen susu pertumbuhan mengandung satu atau lebih gula tambahan atau pemanis.
Sukrosa, laktosa, turunan madu, fruktooligosakarida, galaktooligosakarida, dan sirup glukosa padat merupakan enam jenis gula yang paling umum ditambahkan pada susu pertumbuhan dan ditambahkan pada hampir seperempat sampai tiga perempat dari produk tersebut.
Lebih dari tiga perempat atau 77 persen susu pertumbuhan mengandung sukrosa. Bahkan, kebanyakan susu pertumbuhan mengandung antara 1-10 gula tambahan untuk menambah rasa manis pada produk dan rata-rata mengandung 5 gula tambahan yang berbeda.
Susu pertumbuhan mengacu pada susu batita dan produk serupa lainnya yang ditujukan untuk anak usia 1-3 tahun meliputi minuman (baik dalam bentuk cair maupun bubuk untuk dilarutkan) yang berbahan dasar susu sapi, dengan atau tanpa modifikasi komposisi atau kandungan protein dan suplementasi asam lemak, mikronutrien atau zat lain yang berpotensi memberikan efek gizi, seperti probiotik, prebiotik atau simbiotik.
"Susu pertumbuhan beredar di Indonesia berdasarkan Model Nutrient Profiling dari Food Standars Agency (FFA) Inggris termasuk kategori tidak sehat dengan kandungan gula tinggi," kata dr. Dian Nurcahyati Hadihardjono dari HKI.
Dian menyarankan Anda membiasakan membaca label kemasan termasuk produk susu. Apabila memang memerlukan susu, carilah produk yang kandungannya semata susu tanpa tambahan lain.
Kemudian, senada dengan Utami, dia tak memandang anak yang sudah bisa mengonsumsi makanan keluarga perlu mendapatkan asupan susu.
"Ketika manusia sudah masuk usia bisa mengonsumsi makanan keluarga, maka susu sama seperti sumber kelompok protein hewani lainnya. Kalau liat panduan Kemenkes, 'Isi Piringku', sudah ada pedoman berapa porsi lauk atau protein yang dibutuhkan setiap kali makan," tutur dia.
Lebih lanjut, walau tak menganjurkan, Utami tak berarti melarang Anda memberi susu pada anak-anak. Dia berkata, "Susu bukan tidak boleh tapi tidak perlu. Tidak saban hari, saban minggu, sekali-sekali saja." (Ant/OL-12)
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja membagikan tips menjaga kelembapan kulit bayi dan memilih material popok yang tepat untuk cegah iritasi.
Studi dari lembaga riset National Institutes of Health (NIH) menunjukkan bahwa struktur otak perempuan mengalami perubahan signifikan selama kehamilan.
Tindakan sederhana seperti mencuci tangan adalah prosedur wajib sebelum menyentuh atau menggendong si kecil.
Kemendukbangga/BKKBN menyiapkan sejumlah posko layanan keluarga di berbagai titik strategis jalur mudik Lebaran 2026 yang tersebar di 31 provinsi
Penasaran kenapa bayi manusia lahir tidak berdaya sementara anak hewan langsung bisa jalan? Simak alasan evolusi, anatomi panggul, dan batas metabolisme ibu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved