Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Agus Dwi Santoso mengatakan pengobatan pasien covid-19 harus disesuaikan dengan severity atau tingkat keparahan. Severity dimulai dari tanpa gejala, gejala ringan, gejala sedang, pneumonia berat, hingga kritis.
Agus menjelaskan, untuk pasien tanpa gejala, cukup minum vitamin. Namun, pasien dengan gejala ringan, sedang, dan berat berdasarkan kajian Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, pengobatannya dipadukan dengan sejumlah obat dan vitamin.
"Di dalam paduan (perhimpunan) itu ada pilihan-pilihan, yaitu ada pilihan 1, 2, 3, dan 4. Di situ bisa diberikan kombinasi dari azitromisin atau levo, hidroksiklorokuin dengan kloroquin oseltamivir dan vitamin. Atau pilihan kedua azitromicin levodoxacin diberikan kloroquin hidroksiklorokuin favipiravir ditambah vitamin," beber Agus di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Selasa (18/8).
Baca juga: Berpacu dengan Waktu Lenyapkan Covid-19
Agus melanjutkan, pilihan ketiga mengombinasikan Azitromisin levo, hidroksiklorokuin atau klorokuin, lopinavir, ritonavir, vitamin.
Sedangkan pilihan yang keempat yakni remdesivir atau sebagai obat antivirus belum tersedia.
Kendati demikian, terdapat tambahan obat untuk kasus-kasus berat dan kritis. Obat tersebut yakni dexamethasone dan antikoagulan yang harus diberikan sesuai rekomendasi tenaga medis.
Kepala Pusat Kesehatan TNI Mayjen Tugas Ratmono mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan obat-obat aman. Khususnya yang sudah direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).
"Tentunya obat-obat yang beredar, katakanlah itu sudah ada izin edar. Kalau obat-obat yang belum (izin edar), tentunya ini tidak dalam konteks rekomendasi, baik itu oleh Kemenkes, maupun dari BPOM," kata Tugas. (OL-1)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved