Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SIANG itu, suasana kantor Institute for Inter-Faith Dialogue in Indonesia (Interfidei), Sleman, Yogyakarta, Minggu (28/6), tampak sepi.
Sekilas, tak ada aktivitas. Semua pintu tertutup, hanya pintu samping saja yang terbuka. Pintu itu menuju langsung ke bagian belakang
kantor Interfidei.
Meski tampak sepi dari luar, ternyata sejumlah orang sedang meriung di belakang. Tepatnya di dapur. Ada yang mengupas bawang, mengiris cabai, memotong daging ayam, dan mencuci beras. “Kami mau memasak rica-rica ayam,” kata Siti Khuzaimah.
Zaim, begitu panggilannya, adalah anggota Pemuda Kreatif Lintas Imam (Mukti). Dia bersama sejumlah anggota Mukti lainnya sedang menyiapkan makanan nasi bungkus yang nantinya dibagikan kepada masyarakat di sekitar jalan-jalan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut Zaim, aktivitas memasak sudah dimulai sejak pagi hari. Semua anggota berbagi tugas. Ada yang ke pasar untuk belanja bahan, di dapur untuk membantu memasak, membungkus makanan, dan membagikan nasi. “Jadi semua anggota kebagian tugas. Dan tugasnya giliran,” imbuh Zaim.
Mereka hanya sekitar 5-6 orang. Meski sedikit dan dalam ruangan, mereka pun mematuhi protokol kesehatan: memakai masker dan menjaga jarak. Ketika mau keluar untuk beli sesuatu, mereka tak lupa cuci tangan ketika sudah kembali lagi. “Harus patuhi protokol kesehatan,” kata Asminah, anggota Interfidei yang ikut membantu memasak siang itu.
Mukti adalah sebuah komunitas lintas iman yang aktif dalam kegiatan-kegiatan Interfidei terutama untuk menyebarkan isu keberagaman, toleransi dan melakukan aksi nyata untuk merajut keberagaman.
Bersama Interfidei, Mukti bekerjasama dalam forum PRB (Pengurangan Risiko Bencana). Dan selama pandemi covid-19 ini, mereka melakukan aksi solidaritas lintas iman. Salah kegiatannya menerima bantuan dan menyalurkannya dalam bentuk makanan siap saji atau nasi bungkus.
Christian Apri Wijaya, salah satu penggerak Mukti, mengaku, pembagian nasi bungkus adalah salah satu aksi nyata yang Mukti lakukan. Awalnya pembagian nasi bungkus itu mereka lakukan saat bulan puasa. Membagikan nasi bungkus kepada masyarakat tak mampu yang mereka jumpai di jalan.
Setelah puasa usai, lanjut Apri, Mukti memutuskan untuk terus melanjutkan aksi berbagi nasi bungkus. Mengingat situasi saat itu
memasuki masa-masa pandemi Covid-19 dan banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan. “Lalu kami putuskan untuk melanjutkan aksi itu selama masa Covid-19,” kata Apri sambil membungkus nasi.
Atas nama kemanusiaan
Aksi pembagian nasi bungkus itu Mukti lakukan seminggu sekali, Minggu sore. Dalam membagikan nasi, Mukti khususkan kepada masyarakat yang paling terdampak pandemi. Sepeti tukang becak, tukang parkir, pemulung, dan orang-orang yang tetap bekerja di jalan selama Covid-19. “Para pekerja informal yang kami temui di jalan,” katanya.
Apa yang Mukti lakukan, kata Apri, adalah bentuk nyata bagaimana manusia harus saling membantu di masa pandemi. Solidaritas sesama masyarakat, menurut Apri, dalam bersolidaritas dan membantu sesama di masa pandemi Covid-19, tidaklah memandang suku dan agama, karena semua agama mengajarkan perdamaian dan saling menolong.
“Di masa pandemi ini kita tetap bisa bersolidaritas walaupun kita berbeda iman atau kepercayaan. Malah kalau bersolidaritas lintas iman,
kita bisa saling membantu dan meringankan.” Kata Apri sambil memasukkan nasi bungkus ke dalam plastik besar untuk dibagikan.
Jarum jam sudah menunjuk di angka 3. Azan asar juga barusan terdengar. Apri dan teman-temannya telah bersiap membagikan nasi bungkus.
Setiap minggu, Mukti membagikan sekitar 100 nasi bungkus kepada masyarakat terdampak Covid-19 pada sore harinya. Jalur yang mereka lalui yakni sekitar Jalan Kaliurang, Jalan Palagan sampai ke Selokan Mataram, dan ke Jalan Gejayan.
Sore itu, Apri berboncengan dengan Fahimuddin berkeliling di Jalan Kaliurang sampai Jalan Gejayan yang sekarang sudah berganti nama menjadi Jalan Affandi. Sementara Zaim berboncengan dengan Ruwaidah. Mereka berkeliling ke Jalan Palagan.
Di jalan Kaliurang, Apri selalu berhenti ketika melihat tukang parkir atau tukang becak. Dia dekati lalu dikasih 1 atau 2 nasi bungkus.
Mereka yang mendapatkannya selalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih. Selamet misalnya, tukang becak yang mangkal di Jalan Affandi. Dia tak henti-hentinya mengucapkan terima kasih dan menelangkupkan kedua tangannya.
Selamet mengaku, sebungkus nasi yang dia terima mampu meringankan bebannya. Apalagi sebagai tukang becak, penghasilannya menurun di masa pandemi. Kadang dapat penumpang, kadang juga tidak. “Bagi saya sangat membantu, terima kasih, mas,” kata Selamet usai menerima nasi bungkus dari Apri.
Apri mengaku Mukti dan Interfidei akan terus berusaha untuk melakukan gerakan nasi bungkus setiap minggu. “Kami ingin tetap membantu dan bersolidaritas,” ujarnya. (OL-12)
Koleksi Heart to Heart hadir dalam bentuk sweater, shirt, scarves, hingga aksesori, yang bisa dikenakan siapa saja.
Partisipasi luas dari berbagai lapisan masyarakat ini dinilai sebagai wujud nyata ikatan kemanusiaan yang mendalam antara bangsa Iran dan Indonesia.
Pakar IPB Prof Megawati Simanjuntak menyoroti kasus donasi autodebit yang merugikan konsumen. Simak tips donasi aman dan aspek hukumnya di sini.
MOMENTUM Ramadan dimanfaatkan Koperasi Nusantara (KOPNUS) untuk memperkuat keterikatan (engagement) dengan anggota sekaligus memperluas dampak sosial kepada masyarakat.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan sosial membantu penyintas kecelakaan lalu lintas yang mengalami disabilitas.
Program ini menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus komitmen perusahaan untuk terus memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Memperingati HUT ke-25, Yayasan Del menggelar donor darah serentak di Jakarta dan Toba. Simak detail lokasi dan hasil aksi kemanusiaan ini.
Pakistan puncaki Global Terrorism Index 2026 dengan 1.139 kematian pada 2025. Kelompok TTP jadi aktor paling mematikan di tengah tren penurunan terorisme global.
SETIAP akhir Ramadan, jutaan orang bergerak mudik ke kampung halaman. Semua orang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan orang-orang terdekat.
penambahan armada melalui perusahaan induk ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkokoh posisi SAM Air sebagai mitra utama pemerintah dalam misi kemanusiaan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini mendesak pemerintah segera mengevakuasi WNI kru kapal yang terkatung hampir setahun di lepas pantai Afrika tanpa kepastian upah dan nasib.
Ramadan 1447 H, PP GP Ansor bergerak membantu pemulihan warga Aceh pasca-bencana. Sebanyak 150 personel Barisan Ansor Serbaguna Tanggap Bencana (Bagana) diterjunkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved