Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menyebut pejabat publik ikut andil dalam munculnya obat-obat yang diklaim mampu menyembuhkan pasien covid-19. Fenomena tersebut sudah bermunculan sejak pandemi covid-19 masuk ke Indonesia.
"Mulai dari nasi kucing antikorona, doa kunut antikorona, jamu Pancasila, sampai yang terakhir kalung eucalyptus dari Kementerian Pertanian," ujar Tulus dalam diskusi virtual, Senin (10/8).
Fenomena itu menunjukan pejabat publik telah memberikan contoh-contoh yang kurang baik bagi masyarakat di tengah peningkatan penyebaran covid-19. Pejabat publik justru terkesan membodohi masyarakat.
"Kalau saat ini ada klaim-klaim yang bermunculan itu sebenarnya efek dari itu semua (pejabat publik)," tuturnya.
Baca juga: Indonesia Butuh 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Saat ini, obat-obat herbal yang diklaim dapat membunuh virus korona telah memenuhi lini media sosial. Masyarakat yang dilanda kepanikan karena takut terjangkit virus tersebut akan tergiur.
"Konsumen mendapatkan tekanan yang mendalam dalam ekonomi. Gaji dipotong dan PHK, itu membuat konsumen mencari jalan keluar (mendapatkan obat covid-19)," jelasnya.
Padahal, belum ada negara yang berhasil menemukan obat covid-19. Meski bedasarkan regulasi yang ada di Indonesia masyarakat diperbolehkan melakukan pengobatan secara mandiri.
"Kalau produk (pengobatan) itu dikomersialkan, diiklankan itu (yang) menjadi persoalan," tuturnya. (OL-1)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved