Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diimbau untuk mendengarkan berbagai masukan pakar pendidikan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk menentukan metode pembelajaran paling efektif di tengah pandemi covid-19 yang masih terjadi saat ini.
“Penting juga belajar dari negara lain untuk melihat metode paling efektif, termasuk ke negara yang sudah terlebih dahulu membuka kegiatan di sekolah sebelum masuk tahun ajaran baru,” kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat, kemarin.
Imbauan itu disampaikan di tengah keresahan banyak orangtua siswa terkait proses pembelajaran anak-anak mereka sekarang dan persiapan tahun ajaran baru 2020/2021.
Rerie, sapaan akrab Lestari, menilai masukan dari berbagai pakar bisa dijadikan bahan bagi otoritas pendidikan dalam mengambil keputusan secara bijaksana.
Umpamanya IDAI menyebutkan hingga 18 Mei 2020, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) usia anak mencapai 3.324. Sebanyak 129 anak berstatus PDP meninggal dunia. Temuan itu menunjukkan tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap covid-19.
“Apakah perlu membuka tahun ajaran baru dalam waktu dekat dengan pelonggaran kebijakan, atau melanjutkan dan memperkuat sistem belajar di rumah sepanjang pandemi masih terjadi,” ujar legislator Partai NasDem itu.
Apabila pemerintah hendak membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah, menurut Rerie, perlu dipikirkan bagaimana pengaturannya agar sesuai dengan protokol kesehatan. Sebaliknya bila tetap melanjutkan pembelajaran dari rumah, imbuhnya, perlu segera mengevaluasi proses belajar jarak jauh yang sudah berjalan.
Tak sedikit yang khawatir dengan keselamatan putra-putri mereka jika pemerintah membuka sekolah dalam waktu dekat ini. “Kasihan kalau anak-anak masuk sekolah, siapa yang mau jamin anak saya tidak kena (covid-19)?” kata Menik, seorang wali murid di Malang, Jawa Timur.
“Kalau belajar via daring memang agak ribet, tapi kalau belajar di sekolah, ya gimana. Daripada kena korona mending (belajar) di rumah aja,” kata Raisah, siswi SDN Tamanharjo 1 Singosari, Malang.
Belajar di rumah
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) pun meminta pemerintah tidak tergesa-gesa dan memikirkan dengan matang wacana pembukaan sekolah dalam waktu dekat ini. FSGI berpendapat keselamatan siswa dan guru harus jadi prioritas. Hal itu mengingat kasus di negara lain, seperti di Prancis, Finlandia, dan Korea Selatan, yakni guru dan siswa dinyatakan positif covid-19 setelah sekolah dibuka kembali.
“Jika kondisi penyebaran covid-19 masih tinggi, opsi memperpanjang metode pembelajaran jarak jauh di rumah ialah yang terbaik,” kata Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Satriwan Salim, kemarin.
FSGI juga mendesak pemerintah pusat dan daerah memperbaiki komunikasi, koordinasi, dan pendataan terkait dengan penyebaran covid-19. Menurutnya, koordinasi dan komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah sejauh ini terbilang buruk, seperti yang terlihat dalam pendataan bansos. “Ini penting dilakukan sebab pemda yang paling memahami daerahnya,” ujarnya.(Bay/Ata/H-1)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved