Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Indonesia (IDI) Banyumas, Jawa Tengah (Jateng) meminta masyarakat untuk lebih disiplin, karena proses pengobatan bagi pasien Covid-19 cukup lama dan menelan biaya besar. Jika membayar sendiri dan tidak ada bantuan pemerintah, maka seorang pasien dapat menghabiskan Rp30 juta hingga Rp50 juta.
Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang BanyumAs Nugroho Harbani mengungkapkan bahwa seorang pasien positif Covid-19 membutuhkan cukup waktu untuk pulih dan merepotkan. "Bagi masyarakat yang tidak peduli, tanyakan kepada keluarga yang positif Covid-19. Betapa repot dan proses pengobatannya memakan waktu yang lama, sampai dua minggu," kata Nugroho kepada Media Indonesia, Kamis (21/5).
Nugroho meminta kepada masyarakat untuk untuk menahan diri pergi ke mal dan pusat perbelanjaan. Apalagi kalau sampai mengajak putra putrinya. "Sebab, kita tidak pernah tahu siapa di antara pengunjung yang positif Covid-19 yang tisak memiliki gejala atau OTG. Dan prosentasenya diperkirakan cukup besar. Lebih baik kalau ingin membeli sesuatu cukup secara daring saja," imbau dia.
Ia juga mengungkapkan bahwa untuk merawat dan proses pengobatan seorang pasien positif Covid-19 membutuhkan dana tidak sedikit, mencapai Rp30 juta hingga Rp50 juta per orang. "Bayangkan kalau itu tidak di-support oleh pemerintah. Apalagi alat pelindung diri (APD) juga terbatas. Padahal tenaga medis juga tidak hanya mengurus Covid-19, melainkan juga pasien lain seperti gagal ginjal, stroke, dan lainnya. Jadi, kami hanya mohon kepada masyarakat untuk patuh. Selalu mengenakan masker jika bepergian dan jaga jarak kalau ada di tempat umum," tegasnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas Sadiyanto mengimbau kepada masyarakat untuk tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan dalam penanggulangan Covid-19. "Kami para tenaga kesehatan sudah bekerja keras selama tiga bulan. Baik melakukan sosialisasi pencegahan, merawat yang sakit, melakukan tracing dan trekking dan lainnya. Sampai sekarang Covid-19 belum berakhir, kasus positif masih bertambah, meski yang sembuh juga makin banyak. Karena itulah, kami mohon kepada masyarakat untuk disiplin dan mengikuti arahan pemerintah," tegas Sadiyanto.
Ia mengungkapkan bahwa kerja keras yang dilaksanakan oleh tenaga medis hampir membuahkan hasil. Namun masyarakat juga harus mendukung. Antara lain dengan mengenakan masker, tidak keluar rumah, menghindari kerumunan dan lainnya. Tanpa dukungan masyarakat, usaha dan kerja keras ti medis akan sia-sia. (OL-13)
Baca Juga: Pelindo III Tanjung Wangi Banyuwangi: Aktivitas Kapal Turun 30%
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved