Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEKERASAN dalam rumah tangga, termasuk perceraian, di banyak negara meningkat pada masa pandemi. Dalam hal ini, perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan menjadi korban.
Direktur LBH Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (APIK) Siti Mazuma menilai, tingginya kasus KDRT di masa pandemi covid-19 bermula dari kondisi ekonomi yang semakin sulit.
"Covid-19, kebijakan WFH, dan PSBB membuat kondisi ekonomi semakim susah, sehingga menimbulkan ketegangan dalam keluarga, dalam relasi yang tidak setara menyebabkan perempuan dan anak rentan menjadi sasaran kemarahan," kata Mazuma, Jumat (15/5).
Perempuan yang akrab disapa Zuma ini menyatakan, budaya budaya patriarki yang mengakar di Indonesia menjadikan perempuan bertanggung jawab atas rumah tangga, pangan dan kesehatan.
"Jadi kalo perempuan tidak cakap mengurus rumah tangga akan rentan mengalami KDRT," lanjutnya.
Lebih jauh lagi, layanan bantuan hukum maupun layanan pendampingan korban kini menerapkan sistem WFH. Sehingga, korban harus mengakses layanan secara daring dan tidak bisa melakukan konsultasi secara tatap muka.
Baca juga :Wapres Minta Tetap Produktif Bekerja di Tengah Pandemi Covid-19
Untuk itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk menerapkan kebijakan penanganan covid-19 yang mempertimbangkan keadilan dan kesetaraan gender serta memperhatikan kelompok rentan.
"Penerapan kebijakan Physical Distancing harus disertai dengan sosialisasi dan peningkatan kesadaran baik di media cetak maupun elektronik agar sampai ke setiap keluarga di Indonesia tentang pentingnya berbagi peran dalam rumah tangga dan pencegahan terjadinya kekerasan," bebernya.
Selain itu, pihakmya juga mendesak pemerintah agar segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
"Segera merevisi UU ITE yang banyak memakan korban dan sering digunakan pelaku dalam upaya pembungkaman terhadap korban," imbuh Zuma.
Terakhir, pemerintah juga hsrus memberlakukan sistem peradilan pidana terpadu untuk penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
"Termasuk layanan visum gratis dan rumah aman yang mudah diakses oleh korban," tandasnya. (OL-2)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved