Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KABAR menggembirakan datang dari Surabaya, Jawa Timur. Tim Riset Covid-19 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menemukan lima senyawa yang diharapkan bisa menjadi salah satu obat untuk mengobati pasien korona (covid-19).
“Lima senyawa ini disintesis berdasarkan bahan alam, lalu dimodifikasi dengan sintesis secara kimia,” ungkap anggota Tim Riset Covid-19 Unair, Prof dr Ni Nyoman Tri Puspaningsih MSi, di Surabaya, kemarin.
Kendati demikian, Unair masih harus melakukan serangkaian uji coba, apalagi diproduksi secara massal untuk digunakan mengobati pasien.
“Yang pasti, senyawa ini memiliki daya ikat sangat kuat ke covid-19. Tapi tidak bisa secepatnya lantas produksi, ada tahapan yang harus dilalui,” jelas Nyoman.
Untuk bisa diakui secara internasional dan bisa diproduksi secara massal, hasil penelitian harus dituangkan dalam jurnal internasional untuk mendapat tanggapan serta uji keabsahan hasil penelitian dari para ilmuwan sebagai tahapan yang harus dilalui dalam waktu dekat.
“Publikasi penelitian di jurnal internasional menunjukkan kredibilitas hasil penelitian yang sudah dilakukan,” katanya.
Rektor Unair M Fasih, dalam kesempatan terpisah, mengatakan jika senyawa ini banyak mendapat tanggapan serta koreksi dari para pakar, itu akan dijadikan masukan terhadap temuan tersebut.
Jadi, tegasnya, prosesnya masih sangat lama dan panjang. “Proses persiapan dan pengujian yang panjang membutuhkan setidaknya satu tahun sampai obat bisa digunakan,” tegasnya.
Untuk diketahui, para ilmuwan saat ini tengah berlomba-lomba menemukan vaksin atau obat untuk covid-19. Belum lama ini, sejumlah peneliti di Hong Kong mengklaim berhasil mengombinasikan tiga obat yang cukup ampuh menyembuhkan para pasien korona.
Temuan yang dipublikasikan di jurnal medis Lancet menyebutkan orang yang diobati dengan tiga obat itu berhasil menurunkan gejala covid-19 dalam kurun waktu lima hari. (FL/H-1)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved