Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi Kerukunan Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yusnar Yusuf mempertanyakan pelonggaran izin bepergian karena dianggap bertolak belakang dengan fatwa yang telah dikeluarkan MUI.
Dalam fatwa MUI telah melarang umat untuk ke luar rumah demi memutus rantai virus korona atau covid-19 di Indonesia.
Baca juga: Ini Fatwa MUI Tentang Ibadah di Tengah Korona
"Masyarakat menilai ini kontraproduktif, ini bisa membuat masalah yang nanti beranggapan pemerintah ini bagaimana sih? Kan pandangannya jadi negatif," ujar kata Ketua Komisi Kerukunan Umat Beragama MUI Yusnar Yusuf di Jakarta, Sabtu (9/5).
Baca juga: Ketua Komisi MUI Minta Ulama Awasi TKA
MUI juga meminta pemerintah untuk membatalkan Peraturan Menteri Perhubungan yang membolehkan orang-orang tertentu pergi ke luar kota di tengah wabah virus korona. Peraturan itu tidak menjamin tidak adanya penyebaran baru, dan juga bertolak dengan fatwa MUI.
"Sementara kita ulama sudah diminta pemerintah yang di zona merah tidak boleh ke luar rumah, kita sudah buat fatwa tentang masalah itu, tahu-tahu Menhub membuka itu, seolah olah ini memberi kelonggaran," tutur Yusnar.
Baca juga: Matic Sebut Mourinho Benar-Benar tidak Suka Kalah
Yusnar mengatakan pelonggaran izin bepergian berpotensi memunculkan warga berkumpul. MUI menolak hal itu karena bisa membahayakan bangsa dan negara.
"Ini yang kita enggak mau, sementara umat sudah dilarang ke luar rumah, salat di rumah, kita sudah buat panduan bagaimana laksanakan salat Idulfitri di rumah masing-masing," ucap Yusnar.
Baca juga: Inggris Siap Terapkan Karantina 14 Hari Bagi Pendatang Asing
MUI mengeluarkan sikap itu menjawab permintaan ulama di 32 provinsi terkait dengan kebijakan pemerintah. Sikap ini bukan fatwa.
"Fatwa itu bisa dibuat atau musyawarah apabila sesuatu yang sangat penting sebagai memberikan pencerahan kepada umat. Itu memberikan masukan, bagaimana sikap MUI Pusat untuk menyikapi situasi ini," tegas Yusnar. (X-15)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved