Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 menjamin data perkembangan kasus covid-19 di Indonesia telah diverifikasi, divalidasi berulang kali dan tidak ada yang ditutupi.
"Data yang sudah disampaikan juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 sudah melewati verifikasi dan validasi cukup ketat," ujar Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Didik Budijanto, dalam telekonferensi dari Graha BNPB, Selasa (28/4).
Baca juga: Data: Penyebaran Covid-19 Melambat di Kawasan ASEAN
Kementerian Kesehatan menekankan tidak ada data yang ditutup-tutupi. Jika ada data yang berbeda, baik di tingkat daerah maupun tingkat pusat, disebabkan perbedaan waktu penutupan perhitungan.
Alur pengumpulan data covid-19 di Indonesia berawal dari laboratorium jejaring Badan Litbang Kesehatan Kemenkes, kemudian dikirim dan dikompilasi di laboratorium Balitbang Kesehatan Kemenkes. Pada tahap ini, Balitbang Kesehatan Kemenkes melakukan validasi dan verifikasi data agar sesuai dan tepat.
"Karena ada beberapa orang yang pemeriksaannya bisa satu sampai empat kali. Oleh karena itu perlu validasi dan verifikasi," imbuh Didik.
Baca juga: Jokowi Minta Data Covid-19 Terbuka dan Terpadu
Selanjutnya, data dari Balitbang Kesehatan Kemenkes dikirim ke Pusat Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (PHOEC) Kemenkes. Di situ juga dilakukan proses validasi dan verifikasi. PHOEC turut menerima data dari dinas kesehatan setiap provinsi di seluruh Indonesia terkait penelusuran epidemiologi.
Data yang diberikan dinas kesehatan provinsi juga mencakup informa jumlah spesimen dan jumlah orang yang diperiksa. Berikut, hasil positif dan negatif dari pemeriksaan setiap daerah, data orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).
Kemudian, PHOEC meneruskan data tersebut kepada Pusat Data dan Informasi Kemenkes yang melewati proses verifikasi dan validasi. Data yang dihimpun Pusat Data dan Informasi Kemenkes selanjutnya disimpan di sistem gudang data, yang juga terintegrasi dengan sistem Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19.
Baca juga: Gugus Tugas Covid-19 Berpedoman pada Data Kemenkes
Setiap ada data baru di gudang data Kemenkes, secara otomatis data tersebut juga diperbarui di sistem data Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 dalam waktu 12 menit. Dalam hal ini, data yang disampaikan Kementerian Kesehatan diharapkan dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan strategis penanganan covid-19.
Masyarakat juga diminta memperbarui informasi terkait kasus covid-19 di wilayahnya. Hal itu penting untuk meningkatkan kewaspadaan agar tidak tertular virus mematikan. Pemerintah juga meluncurkan satu data Covid-19 yang terintegrasi dalam satu sistem, sehingga menutup celah perbedaan data.(OL-11)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved