Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Dalam menyelenggarakan tes cepat (rapid test) virus korona (Covid-19), pemerintah memiliki dua prioritas, yaitu orang yang berkontak dengan pasien Covid-19 dan tenaga kesehatan.
"Kita sudah menentukan kebijakan. Rapid test akan dilakukan untuk orang kontak dekat kasus positif, yang sudah dirawat di rumah sakit atau diisolasi rumah," ujar juru bicara pemerintah untuk penanganan virus korona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Selasa (24/4).
Baca juga: Jokowi: BPJS Kesehatan Harus Tanggung Pasien Covid-19
Nantinya, keluarga yang tinggal satu rumah dan orang di lingkungan kerja yang memiliki kontak dekat dengan pasien Covid-19, diprioritaskan untuk mengikuti rapid test.
Selanjutnya, pelaksanaan rapid test akan mengutamakan tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan. Dalam hal ini, yang menangani pasien Covid-19, seperti dokter, perawat, hingga orang yang berjaga di rumah sakit. "Karena kita tahu kelompok itu rentan terinfeksi Covid-19," imbuh Yurianto.
Ketika lebih banyak alat rapid test impor yang masuk ke Indonesia, maka pemerintah dapat melakukan rapid test di wilayah dengan persebaran kasus paling tinggi.
Baca juga: Ekonomi Masyarakat Tertekan Covid-19, Kemensos Salurkan Bantuan
"Setelah peralatan cukup banyak, kita akan periksa dengan basis wilayah. Jakarta Selatan akan jadi prioritas. Nanti, akan didesentralisasikan pada semua fasilitas kesehatan yang ada di wilayah itu. Puskesmas, lab daerah, rumah sakit pemerintah maupun swasta," paparnya.
Saat ini, Indonesia menerima sebanyak 125 ribu alat rapid test yang didistribusikan ke 34 Provinsi. "Nanti pemerintah provinsi yang akan menentukan. Itu yang jadi utama, contact tracing dan petugas kesehatan. Pada pengiriman berikutnya akan berbasis darah di mana kasus ini ditemukan, berikut potensi munculnya penularan," tandas Yurianto.(OL-11)
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved