Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Indonesia (IDI) menilai, pemerintah harus mendistribusikan lebih banyak lagi alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19. Pasalnya, 105 ribu APD yang kini didistribusikan dinilainya belum mencukupi.
"Masih kurang banyak. Setahu saya DKI saat koordinasi pertama saya ikut pasien masih 96 pasien positif DKI waktu itu butuh 196.000 APD. Waktu itu, skrg sudah berapa kali lipatnya?" kata Ketua PB IDI Daeng Mohammad Faqih saat dihubungi, Senin (23/3).
Berdasarkan pengalaman tersebut, Daeng menilai kebutuhan berskala nasional akan lebih tinggi lagi. Terlebih, pandemi Covid-19 masih terus berlangsung hingga saat ini.
Untuk itu, Daeng mendorong pemerintah agar terus melakukan distribusi APD ke wilayah-wilayah yang membutuhkan agar tidak kekurangan stok.
Baca jiga : Kemenkes Segera Distribusikan 105 Ribu APD ke RS Rujukan Covid-19
"Mendorong pemerintah untuk terus mengadakan APD. Tapi saya dengar kabar koordinasi terus dengan BNPB, gelombang-gelombang berikutnya akan lebih banyak lagi APD. Sekalian mengimbau pihak di luar pemerintah untuk ikut gotong royong," tandas Daeng.
Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah siap mendistribusikan sebanyak 105 ribu unit Alat Pelindung Diri (APD).
Adapun, APD tersebut akan disalurkan ke sejumlah wilayah dengan skala prioritas. (OL-7)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
Muncul istilah varian Cicada dalam perkembangan covid-19. Simak penjelasan mengenai status validasi dan karakteristik varian baru ini.
Tri Wibawa mengingatkan bahwa langkah pencegahan terhadap varian Cicada pada dasarnya tidak berbeda dengan upaya menghadapi Covid-19 secara umum.
Pakar UGM memastikan varian Covid-19 Cicada belum terdeteksi di Indonesia. Simak penjelasan mengenai gejala, asal-usul, dan efektivitas vaksinasi di sini.
Objektif harus diakui bahwa sekolah daring adalah proses pembelajaran yang menyebabkan lahir generasi covid-19
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved